April 2, 2026

Kasus Keracunan Makanan Program MBG Terjadi di Beberapa Daerah Kalbar

0
WhatsApp Image 2025-10-23 at 19.42.26

KATAKALBAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengonfirmasi adanya sejumlah kasus keracunan makanan yang berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para pelajar yang merupakan penerima manfaat program tersebut.

Di Kabupaten Ketapang, tercatat sebanyak 25 orang, yang terdiri dari siswa dan guru SDN 12 Benua Kayong, mengalami keracunan. Dugaan awal penyebab keracunan adalah konsumsi ikan hiu goreng yang ternyata mengandung merkuri. Dari jumlah tersebut, 22 orang sudah pulih dan kembali beraktivitas normal, sedangkan tiga orang masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat.

Selain Ketapang, kasus keracunan juga ditemukan di Kabupaten Kayong Utara, di mana lima siswa SDN 1 Simpang Hilir menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga dari program MBG. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kalbar.

Kasus serupa juga muncul di Kabupaten Sanggau, di mana beberapa siswa dilaporkan keracunan akibat makanan basi. Akibat kejadian ini, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Sanggau sementara dihentikan untuk evaluasi lebih mendalam. Laporan tentang penyajian makanan basi juga dilaporkan terjadi di wilayah Ambawang.

Syarif Faisal menyatakan, “Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan terus melakukan pemantauan agar kasus-kasus seperti ini tidak berulang kembali. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama kami.”

Program MBG sendiri bertujuan memberikan asupan gizi yang cukup bagi pelajar guna mendukung proses belajar yang optimal. Namun, insiden ini menjadi sinyal agar pengelolaan makanan dalam program perlu ditingkatkan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *