April 13, 2026

Serambi 2026 jadi Momentum Percepat Industri Halal Kalbar

0
WhatsApp Image 2026-02-20 at 20.43.44

KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 tidak hanya berfokus pada penyediaan uang layak edar, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat industri halal dan mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Jadi kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada penyediaan uang layak edar menjelang Idul Fitri, tetapi juga mempercepat penguatan industri halal dan digitalisasi pelaku UMKM melalui rangkaian National Halal Fair (NHF) Kalbar 2026,” kata Ria Norsan saat membuka kegiatan tersebut di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis.

Menurutnya, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan sekaligus menjadi pengungkit konsumsi domestik yang berdampak pada pertumbuhan usaha lokal.

“Kita dorong sertifikasi halal UMKM, perluasan akses pasar, dan digitalisasi pembayaran. Ini bagian dari membangun struktur ekonomi yang lebih kuat, bukan sekadar pertumbuhan musiman,” katanya.

Ria Norsan menilai Kalbar memiliki potensi besar menjadi simpul baru industri halal nasional, terutama pada sektor fesyen, kuliner, serta produk olahan berbasis sumber daya lokal.

Deputi Direktur Promosi dan Kerja Sama Strategis KNEKS Insa Putra menyebutkan penyelenggaraan Halal Fair di Kalbar menjadi yang pertama digelar di Indonesia pada 2026. Berdasarkan evaluasi sebelumnya di 15 provinsi, total transaksi Halal Fair mampu menembus sekitar Rp25 miliar.

Ia menilai integrasi antara kampanye rupiah, literasi keuangan syariah, sertifikasi halal, dan digitalisasi UMKM dapat menjadi model pengembangan ekonomi syariah daerah.

“Daerah yang mampu menghubungkan rantai nilai halal, pembiayaan syariah, dan transaksi digital akan memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik,” katanya.

Melalui skema tersebut, Serambi 2026 diharapkan meninggalkan dampak jangka panjang berupa UMKM halal yang lebih siap pasar, terdigitalisasi, dan terhubung dengan ekosistem keuangan formal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *