Kalbar Perkuat Likuiditas Rp3,6 Triliun Lewat Serambi 2026
KATAKALBAR – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) meluncurkan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026 sebagai upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperluas inklusi keuangan digital.
Kepala Perwakilan BI Kalbar Doni Septadijaya menjelaskan, program ini dirancang melalui dua jalur utama, yakni penguatan likuiditas rupiah dan perluasan ekosistem pembayaran digital.
Dari sisi likuiditas, BI meningkatkan alokasi uang kartal di Kalbar dari Rp2,6 triliun menjadi Rp3,6 triliun, terutama untuk pecahan kecil yang dibutuhkan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Selain itu, BI bersama perbankan membuka sekitar 70 titik layanan penukaran uang melalui kas keliling ritel, terpadu, hingga susur sungai. Layanan tersebut juga dirangkai dengan pelayanan publik dan pasar murah di berbagai kabupaten/kota.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan kegiatan ini menjadi titik temu antara pengendalian stabilitas rupiah, perluasan ekosistem halal, serta peningkatan transaksi nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Jadi kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada penyediaan uang layak edar menjelang Idul Fitri, tetapi juga mempercepat penguatan industri halal dan digitalisasi pelaku UMKM melalui rangkaian National Halal Fair (NHF) Kalbar 2026,” kata Ria Norsan.
Melalui rangkaian Halal Fair, pelaku UMKM juga didorong masuk ke ekosistem pembayaran digital melalui QRIS agar pencatatan transaksi lebih transparan dan terintegrasi.
Serambi 2026 diharapkan tidak hanya menjaga kelancaran transaksi musiman, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui integrasi sistem keuangan, industri halal, dan digitalisasi usaha lokal.
