Mei 17, 2026

Kalbar Perkuat Pengendalian Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

0
WhatsApp Image 2026-03-13 at 17.03.22 (1)

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan langkah antisipatif guna menekan potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas harga di daerah. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Nasional secara virtual dari Kantor Gubernur Kalbar di Pontianak, Senin.

“Kita terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar pasokan bahan pangan tetap tersedia dan harga dapat terkendali,” kata Harisson.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi vertikal, hingga pelaku usaha sangat diperlukan agar pengendalian inflasi dapat berjalan optimal.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan bergerak cepat jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan di lapangan.

“Apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat, kita akan melakukan operasi pasar, penguatan distribusi, serta pengawasan terhadap ketersediaan barang,” tuturnya.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh kepala daerah serta instansi terkait dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Tomsi mengingatkan bahwa periode Ramadhan dan Idul Fitri merupakan fase krusial yang kerap diiringi peningkatan permintaan berbagai komoditas pangan.

“Kita memasuki periode yang cukup krusial. Pada fase ini biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas, sehingga perlu langkah pengendalian lebih intensif agar harga tetap stabil,” katanya.

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk terus memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta aktif memantau pergerakan harga di pasaran.

Sementara itu, Direktur Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, melaporkan adanya tren kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data hingga pekan kedua Maret 2026, sebanyak 222 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH, naik dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 204 daerah.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian di antaranya telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, serta minyak goreng.

Harga rata-rata nasional telur ayam ras bahkan telah melampaui harga acuan, yakni mencapai Rp32.585 per kilogram dari harga acuan Rp30.000. Cabai rawit juga mengalami lonjakan signifikan dari Rp57.000 menjadi Rp72.897 per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng tercatat sedikit menurun ke angka sekitar Rp19.315 per liter, meski masih berada di atas harga eceran tertinggi. Produk Minyakita tercatat berada di kisaran Rp16.386 per liter atau masih melampaui HET Rp15.700.

Pemerintah berharap penguatan koordinasi antara pusat dan daerah mampu menjaga kestabilan harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang hari besar keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *