Keterbatasan Air Bersih Jadi Sorotan di Rutan Pontianak, Fasilitas dan Pembinaan Terus Ditingkatkan
KATAKALBAR – Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak, seiring meningkatnya jumlah warga binaan yang berdampak pada tingginya keperluan air sehari-hari.
Hal ini menjadi perhatian dalam momentum peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pontianak, Timbul Aliansyah Panjaitan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk kegiatan bakti sosial berupa pembuatan sumur bor untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Dalam rangka Hari Bakti, kami juga melakukan bakti sosial pembuatan sumur bor untuk air bersih di salah satu masjid di kawasan Pal 9. Namun, untuk rutan sendiri juga tetap membutuhkan air bersih karena dengan banyaknya jumlah warga binaan, otomatis kebutuhan air semakin besar,” ujarnya.
Selain fokus pada kebutuhan dasar, Rutan Pontianak juga terus mengembangkan berbagai fasilitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sejumlah unit usaha telah berjalan, seperti produksi tempe, pembuatan es batu kristal, layanan laundry, hingga barbershop.
Produk tempe yang dihasilkan bahkan direncanakan akan menjangkau pasar lebih luas melalui kerja sama dengan kepolisian.
“Untuk tempe, sudah ada pembicaraan dengan Polres. Rencananya kami akan menyuplai untuk kebutuhan anggota yang bertugas patroli, baik pagi, siang, maupun sore. Selain itu juga untuk warga binaan, keluarga yang berkunjung, dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menegaskan pihaknya akan mendorong solusi atas persoalan air bersih di rutan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, termasuk PDAM.
“Kalau memang ada masalah air, nanti kita akan bicarakan dengan pihak lapas dan PDAM Kota Pontianak supaya pasokan air bisa lancar. Ini sangat urgent bagi mereka, dan akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah berjalan di dalam rutan, terutama yang mendorong kemandirian ekonomi warga binaan.
“Dari yang kita lihat, warga binaan sudah diberdayakan dengan berbagai usaha. Ini langkah positif yang harus terus dikembangkan,” tambahnya.
Melalui peningkatan fasilitas dasar dan program pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan Rutan Kelas IIA Pontianak mampu menciptakan lingkungan yang lebih layak sekaligus produktif bagi warga binaan.
