Disdikbud Kalbar Siapkan Berbagai Skema untuk Menjaga Mutu Pendidikan Menengah
KATAKALBAR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus menyiapkan sejumlah skema untuk menjaga kualitas pendidikan menengah di tengah tantangan pemerataan pendidikan di berbagai wilayah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan berbagai program saat ini difokuskan untuk memastikan siswa SMA dan SMK mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak usia sekolah, terutama di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), agar tidak ada lagi siswa yang terkendala melanjutkan pendidikan menengah.
Selain itu, Disdikbud Kalbar juga memperkuat kualitas pembelajaran di SMK melalui kurikulum berbasis kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan dunia industri maupun peluang usaha mandiri.
Tidak hanya berfokus pada siswa, peningkatan kualitas guru juga menjadi perhatian utama. Menurut Faisal, tenaga pendidik memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
“Peningkatan IPM di level menengah ini krusial. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya lulus, tapi punya skill yang bisa dipertanggungjawabkan. Itulah cara kita menaikkan rata-rata lama sekolah dan kualitas hidup masyarakat Kalbar secara jangka panjang,” ujar Sy Faisal kepada awak media.
Untuk mendukung proses belajar mengajar, pemerintah juga melakukan pembangunan sekolah baru dan revitalisasi ruang kelas di sejumlah daerah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Faisal menegaskan bahwa kualitas pendidikan yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jika IPM kita kuat, maka daya saing daerah juga akan meningkat secara nasional. Kita ingin lulusan SMA/SMK kita menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
