Disdikbud Kalbar Fokus Tingkatkan IPM Lewat Penguatan Pendidikan SMA dan SMK
KATAKALBAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sektor pendidikan menengah sebagai langkah strategis meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah.
Melalui penguatan kualitas SMA dan SMK di 14 kabupaten/kota, Disdikbud Kalbar menargetkan terciptanya sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing untuk menghadapi dunia kerja maupun membuka peluang usaha mandiri.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan peningkatan IPM tidak hanya dilihat dari sisi angka statistik, tetapi juga kualitas hidup masyarakat yang ditopang pendidikan.
Menurutnya, salah satu fokus utama yang saat ini dijalankan ialah memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan menengah, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Selain memperluas akses pendidikan, Disdikbud Kalbar juga mendorong penguatan kualitas lulusan melalui pengembangan kurikulum SMK yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja di Kalimantan Barat.
“Peningkatan IPM di level menengah ini krusial. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya lulus, tapi punya skill yang bisa dipertanggungjawabkan. Itulah cara kita menaikkan rata-rata lama sekolah dan kualitas hidup masyarakat Kalbar secara jangka panjang,” ujar Sy Faisal kepada awak media.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi guru turut menjadi perhatian penting karena tenaga pendidik memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan akademik dan karakter siswa.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan optimalisasi sarana dan prasarana pendidikan melalui pembangunan gedung sekolah baru serta revitalisasi ruang kelas agar proses belajar berlangsung lebih nyaman dan efektif.
Faisal berharap langkah tersebut dapat memperkecil kesenjangan kualitas SDM antarwilayah di Kalbar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
“Jika IPM kita kuat, maka daya saing daerah juga akan meningkat secara nasional. Kita ingin lulusan SMA/SMK kita menjadi motor penggerak pembangunan di daerah masing-masing,” pungkasnya.
