Oktober 30, 2026

Wisatawan Malaysia Sebut Keramahan Warga Jadi Alasan Kembali Berkunjung ke Pontianak

0
WhatsApp Image 2026-06-24 at 14.44.06

KATAKALBAR – Daya tarik Kota Pontianak ternyata tidak hanya terletak pada kuliner dan destinasi wisatanya.

Bagi wisatawan asal Kuching, Sarawak, Malaysia, Abang Sayyidi, keramahan masyarakat menjadi salah satu alasan utama yang membuatnya ingin kembali mengunjungi Kota Khatulistiwa.

Pria yang datang bersama empat rekannya itu menghabiskan waktu selama empat hari tiga malam di Pontianak. Selama berada di ibu kota Kalimantan Barat tersebut, ia menikmati berbagai aktivitas mulai dari berburu kuliner, menikmati suasana kota, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Menurut Sayyidi, ketertarikannya berkunjung ke Pontianak bukan dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang maupun kondisi ekonomi. Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama berada di kota ini jauh lebih berharga dibanding faktor lainnya.

“Yang dicari wisatawan itu budaya, makanan, dan pengalaman. Naik turunnya kondisi ekonomi bukan masalah bagi orang yang memang ingin melancong,” katanya, Kamis (11/6/2026).

Selama berlibur, Sayyidi mengunjungi sejumlah tempat makan yang cukup dikenal di Pontianak. Beberapa di antaranya adalah Tulang Rusukku, Pusaka Minang, Hore Crab, Kampung Kecil, hingga berbagai kuliner khas seperti bakwan dan mi Pontianak.

Beragam sajian yang dicobanya meninggalkan kesan positif. Ia mengaku tidak menemukan makanan yang mengecewakan selama kunjungannya.

“Tidak pernah ada yang tidak enak. Semua sesuai dengan yang saya cari ketika datang ke Pontianak,” ungkapnya.

Selain kuliner, budaya ngopi yang berkembang di Pontianak juga menjadi pengalaman menarik baginya. Menurut dia, kota ini menawarkan banyak pilihan tempat menikmati kopi, baik di warung kopi tradisional maupun kafe modern.

“Saya sangat menghargai kopi di Pontianak. Pilihannya banyak dan rasanya enak-enak,” katanya.

Meski demikian, pengalaman yang paling membekas justru datang dari interaksinya dengan warga lokal. Sayyidi mengaku terkejut dengan sikap terbuka masyarakat Pontianak yang cepat menjalin pertemanan dengan pendatang.

“Saya baru satu hari di Pontianak, sudah ada yang mengajak berteman. Besoknya diajak jalan-jalan, ngopi, bahkan makan bersama. Itu membuat saya sangat terkesan,” tuturnya.

Kesan tersebut membuat Sayyidi kembali mengunjungi Pontianak untuk kedua kalinya dalam bulan yang sama. Ia berharap semakin banyak masyarakat Sarawak yang datang ke Pontianak untuk menikmati langsung kekayaan budaya, kuliner, dan keramahan yang dimiliki kota ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *