Franciscus Sibarani: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Anak Binaan LPKA Sungai Raya
KATAKALBAR – Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan, termasuk anak yang sedang menjalani masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya, Pontianak.
Hal itu disampaikan Franciscus saat kembali mengunjungi LPKA Kelas II Sungai Raya untuk memenuhi janjinya setelah kunjungan sebelumnya tiga bulan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, ia melihat langsung perkembangan program pembinaan, terutama di bidang pendidikan yang menggandeng Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk Pendidikan Kesetaraan.
Menurut Franciscus, masa lalu tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Semua orang pasti punya masa lalu. Namun, yang paling penting dalam kehidupan adalah bagaimana kita menatap masa depan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi Kepala LPKA beserta seluruh jajaran yang terus memberikan motivasi kepada anak-anak binaan. Franciscus juga menilai pendampingan yang dilakukan Yayasan Sentra Pemuda Khatulistiwa (SEPAKAT) turut memberikan semangat bagi anak-anak untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran menuju kehidupan yang lebih baik.
“Yang harus dipersiapkan adalah masa depan mereka. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membangun masa depan itu. Karena itu, proses pembelajaran di LPKA harus dimaksimalkan,” katanya.
Franciscus mengaku senang melihat pendidikan formal melalui program PKBM telah berjalan di LPKA. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian penting dalam memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi meski sedang menjalani masa pembinaan.
“Saya sangat mendukung keberadaan PKBM. Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak dan harus tetap diberikan tanpa terkecuali,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa Komisi XIII DPR RI, selama ini memberikan perhatian terhadap dua aspek utama di seluruh LPKA di Indonesia, yakni peningkatan fasilitas dan penguatan layanan pendidikan.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi sarana yang tersedia sekaligus memastikan proses pendidikan berjalan sebagaimana mestinya.
“Hari ini saya melihat sendiri fasilitas yang ada, ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.
Franciscus menegaskan, DPR RI akan terus mengawal agar hak-hak dasar anak binaan benar-benar terpenuhi, termasuk akses terhadap pendidikan yang layak selama menjalani masa pembinaan.
Ia juga memastikan kunjungannya ke LPKA tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, perhatian terhadap anak yang berhadapan dengan hukum merupakan tanggung jawab bersama agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Memberikan perhatian kepada anak adalah tanggung jawab kita bersama. Harapannya, setelah menyelesaikan masa pembinaan di LPKA, mereka benar-benar siap kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
