Oktober 30, 2026

Tekan Stunting dan Atasi Mahalnya Ikan, PKK-DKP Kalbar Dorong Budidaya di Pekarangan Rumah

0
Screenshot

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya ikan sebagai salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan, memenuhi kebutuhan protein keluarga, sekaligus menekan angka stunting.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi Kalbar sekaligus Ketua TP-PKK Kalbar, Erlina Norsan, saat menjadi pengisi talk show dalam rangkaian Pekan Produk Kelautan dan Perikanan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalbar.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Halaman Galeri Arsip Provinsi Kalbar. DKP Kalbar menghadirkan 12 stan yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan untuk memberikan edukasi sekaligus mengenalkan produk dan potensi perikanan kepada masyarakat.

Erlina mengatakan, budidaya ikan di pekarangan tidak harus membutuhkan modal besar maupun lahan luas. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menyediakan sumber pangan keluarga.

“Intinya adalah tujuan kami bagaimana mengedukasi ke masyarakat dan mengenalkan kepada anak-anak mahasiswa supaya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitarnya bagaimana pekarangan rumah dapat dimanfaatkan sebagai budidaya ikan,” kata Erlina.

Menurutnya, edukasi tersebut juga akan melibatkan mahasiswa Politeknik. Nantinya, mahasiswa akan turut dibawa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di 14 kabupaten/kota mengenai pemanfaatan pekarangan melalui budidaya ikan.

“Kita mengajak masyarakat bahwa sebenarnya tidak perlu modal besar yang digunakan, pekarangan cukup dimanfaatkan,” ujarnya.

Erlina menilai pemanfaatan pekarangan dapat menjadi salah satu cara menyediakan pangan bergizi secara mandiri. Selain budidaya ikan, masyarakat juga didorong menanam tanaman yang bermanfaat dan bergizi untuk dikonsumsi keluarga.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung penanganan stunting di Kalbar dengan meningkatkan asupan protein dari ikan.

“Selain itu kita menekan stunting perlu kita perhatikan karena stunting salah satu indikator prioritas untuk kita dari Kalimantan Barat ini melalui PKK Provinsi bagaimana kita betul-betul dengan perikanan ini dapat menekan angka stunting di Kalbar,” jelasnya.

Erlina menambahkan, saat ini pihaknya masih memprioritaskan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki pekarangan. Sementara terkait kemungkinan bantuan seperti pakan, akan dilihat lebih lanjut.

“Yang jelas kami melakukan edukasi dulu sosialisasi dulu kepada masyarakat yang mempunyai pekarangan,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengajak para orang tua, khususnya ibu, membiasakan anak mengonsumsi ikan sebagai sumber protein.

“Ya, jadi kita mengajak ibu-ibu terutama untuk memberi anaknya makan ikan,” kata Ria Norsan.

Ia menegaskan, tidak ada jenis ikan tertentu yang harus dikonsumsi. Menurutnya, yang terpenting ikan dalam kondisi segar sehingga anak memperoleh protein yang cukup untuk mendukung pertumbuhan.

“Ikan apa saja boleh. Yang penting ikan segar supaya anaknya mendapat protein daripada ikan itu dan tidak sampai terjadi stunting,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi DKP, TP-PKK, FORIKAN, dan mahasiswa diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan, meningkatkan konsumsi ikan, serta mendukung upaya penurunan stunting di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *