Oktober 30, 2026

Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat 1.000 Personel, 8 Pesawat TMC dan 12 Helikopter Dikerahkan

0
Screenshot

KATAKALBAR – Pemerintah pusat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dengan menambah sekitar 1.000 personel, delapan pesawat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta 12 helikopter untuk mendukung operasi water bombing.

Penguatan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (22/8/2026).

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, Presiden menginstruksikan seluruh unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan untuk bergerak cepat menangani karhutla dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah.

“Pertama arahan beliau kepada Forkopimda agar segera bertindak mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kami sangat berterima kasih karena pemerintah pusat memberikan dukungan yang luar biasa untuk Kalimantan Barat,” kata Norsan.

Menurut Norsan, tambahan sekitar 1.000 personel akan memperkuat penanganan karhutla di lapangan, terutama di wilayah dengan tingkat kebakaran tinggi.

Selain personel, pemerintah pusat juga memperkuat operasi udara. Jumlah pesawat modifikasi cuaca ditambah dari sebelumnya empat menjadi delapan unit. Sementara 12 helikopter dikerahkan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.

Operasi modifikasi cuaca juga dipercepat dengan penyemaian garam (NaCl) untuk memicu hujan di wilayah yang terdampak karhutla.

“Kami pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sangat peduli sekali dengan Kalimantan Barat. Bantuan personel, pesawat modifikasi cuaca, hingga helikopter sangat membantu upaya pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Norsan kepada Presiden, Kabupaten Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni lebih dari 12 ribu hektare. Disusul Kubu Raya lebih dari 8 ribu hektare dan Mempawah lebih dari 6 ribu hektare.

Selain tiga wilayah tersebut, karhutla juga terjadi di Kabupaten Sanggau dan Kayong Utara. Tambahan personel dan peralatan nantinya akan difokuskan ke daerah-daerah dengan tingkat kebakaran tertinggi, terutama Ketapang yang masih memiliki banyak titik api aktif.

Norsan mengatakan penguatan operasi menjadi penting karena karakteristik kebakaran lahan gambut membutuhkan penanganan intensif. Api di lahan gambut kerap tidak terlihat besar di permukaan, tetapi dapat terus merambat di bawah tanah dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

“Tadi di lapangan saya jelaskan kepada Bapak Presiden bahwa kebakaran gambut itu apinya terlihat kecil, tetapi menghasilkan asap yang sangat banyak. Itulah yang menyebabkan kabut asap,” katanya.

Menurut Norsan, kabut asap akibat karhutla juga telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Sudah ada masyarakat yang terkena ISPA. Karena itu kebakaran ini harus segera ditangani agar dampaknya tidak semakin luas,” tegasnya.

Ia berharap penambahan personel, penguatan armada udara, serta percepatan operasi modifikasi cuaca dapat menekan titik api dan mempercepat pengendalian karhutla di Kalimantan Barat.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan memberikan perhatian penuh kepada Kalimantan Barat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat agar karhutla dapat segera terkendali,” pungkas Norsan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *