Oktober 30, 2026

Norsan Perkuat Peran 1.080 Penyuluh Pertanian untuk Dorong Ketahanan Pangan Kalbar

0
WhatsApp Image 2026-08-23 at 15.00.24

KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya keberadaan penyuluh pertanian dalam mempercepat pembangunan dan modernisasi sektor pertanian di Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Norsan saat menerima audiensi pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kalimantan Barat di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, PERHIPTANI menyampaikan sejumlah program dan gagasan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Persoalan yang dihadapi para penyuluh saat mendampingi petani di lapangan juga turut dibahas.

Norsan menilai keberhasilan berbagai program pemerintah di sektor pertanian sangat bergantung pada kemampuan penyuluh dalam menyampaikan program sekaligus mendampingi petani secara langsung.

“Penyuluh adalah ujung tombak kita di lapangan. Tanpa penyuluh, program pertanian tidak akan sampai kepada petani,” kata Norsan.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan penyuluh. Norsan juga mendorong agar penyuluh tidak hanya berperan dalam pendampingan teknis, tetapi turut menjadi mitra strategis petani dalam menghadapi perkembangan sektor pertanian.

Menurutnya, penyuluh memiliki posisi penting dalam mendorong penggunaan teknologi pertanian, pengembangan hilirisasi hasil produksi, hingga membantu petani beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Norsan berharap penguatan peran penyuluh dapat membuat berbagai kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat langsung kepada petani.

Sementara itu, Ketua PERHIPTANI Kalbar Jainal Abidin menyebut jumlah penyuluh pertanian di Kalimantan Barat saat ini mencapai sekitar 1.080 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

“Kami memiliki 1.080 penyuluh di Kalbar dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mempercepat pembangunan sektor pertanian,” ujarnya.

Jainal mengatakan PERHIPTANI juga tengah mendorong masuknya investasi dari luar negeri untuk meningkatkan produksi padi di Kalimantan Barat. Pengembangan tersebut nantinya akan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Peningkatan produksi padi nantinya akan didukung dengan penggunaan teknologi canggih,” kata Jainal.

Selain investasi, PERHIPTANI juga menyiapkan inovasi berbasis digital untuk mendukung aktivitas penyuluh. Aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu pendampingan petani, termasuk mempermudah akses terhadap pupuk dan berbagai layanan pertanian.

Kolaborasi pemerintah daerah dan PERHIPTANI diharapkan dapat mempercepat penerapan teknologi di sektor pertanian, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *