Empat Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Kalbar
KATAKALBAR – Empat perusahaan di Kalimantan Barat saat ini tengah dalam proses penyidikan terkait kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat mengecek langsung lokasi karhutla di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Senin (24/8/2026).
“Sampai hari ini ada empat perusahaan yang sedang dalam proses penyidikan dan akan kami laporkan kepada Kapolda. Kebakaran yang cukup besar sebagian memang terjadi di area perusahaan,” ungkapnya.
Selain penindakan terhadap pihak yang diduga terlibat, pemerintah juga menyiapkan langkah pencegahan untuk mengurangi praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pemprov Kalbar telah mengusulkan bantuan alat berat kepada pemerintah pusat untuk membantu masyarakat membuka lahan pertanian tanpa pembakaran, terutama di wilayah datar yang memungkinkan penggunaan alat berat.
Untuk wilayah berbukit dan pegunungan, pemerintah masih mencari metode yang sesuai agar kegiatan pertanian tetap dapat dilakukan tanpa meningkatkan risiko kebakaran.
Menurut Norsan, penyediaan alternatif pembukaan lahan menjadi penting di tengah kondisi kemarau dan fenomena El Nino yang masih berlangsung.
Ia pun kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak membakar lahan perkebunan maupun pertanian pada musim kemarau seperti sekarang ini. Mari kita jaga bersama lingkungan kita,” tegasnya.
Sementara itu, penanganan karhutla di Kalbar menunjukkan perkembangan positif. Dari sebelumnya lebih dari 2.000 titik api, kini jumlahnya turun menjadi 28 titik.
“Awalnya titik api di Kalbar mencapai lebih dari 2.000 titik. Dengan penanganan yang melibatkan 4.138 personel, alhamdulillah sekarang tinggal 28 titik api,” kata Norsan.
Penanganan juga diperkuat dengan tambahan personel TNI, Kepolisian, dan Kementerian Kehutanan, serta dukungan operasi pemadaman udara.
Pemerintah pusat turut menambah armada water bombing menjadi 10 unit dan memperkuat operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan karhutla, terutama di wilayah gambut yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Norsan berharap penanganan dan pencegahan karhutla dapat dilakukan bersama oleh pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha.
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan ini, siapa lagi. Lingkungan yang baik inilah yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita nanti,” pungkasnya.
