30 Sekolah Terbaik Kalbar Disebut Mulai Tersebar, ADEM Jadi Penguat Pemerataan
KATAKALBAR — Pemerataan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat dinilai terus mengalami perkembangan. Persebaran sekolah dengan capaian akademik tinggi di berbagai daerah menjadi salah satu indikator yang disebut menunjukkan perubahan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan perkembangan itu salah satunya terlihat dari pemeringkatan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
“Kalau melihat pemeringkatan UTBK, sekitar 30 sekolah terbaik sudah tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Ini menunjukkan pemerataan kualitas pendidikan terus mengalami kemajuan,” ujarnya.
Di tengah upaya pemerataan tersebut, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada siswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri di Kota Pontianak melalui Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 50 siswa asal wilayah 3T menerima program tersebut. Mereka akan bersekolah di tujuh SMA dan SMK negeri di Pontianak.
Ketujuh sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 7 Pontianak, SMA Negeri 8 Pontianak, SMK Negeri 1 Pontianak, SMK Negeri 5 Pontianak, dan SMK Negeri 9 Pontianak.
Faisal menjelaskan bahwa peserta ADEM bukan dipilih hanya karena berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka merupakan siswa berprestasi dari wilayah 3T yang melewati proses seleksi secara berjenjang berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah.
Dengan program tersebut, siswa dari Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sanggau, Sambas, hingga kawasan perbatasan Ketungau dan Badau memperoleh kesempatan untuk mengakses pendidikan di sekolah negeri di Pontianak.
Seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup penerima ADEM ditanggung pemerintah. Sementara kebutuhan tempat tinggal dipenuhi melalui pendampingan orang tua asuh yang sebagian besar berasal dari kalangan guru di sekolah penerima.
“Pemerintah pusat menanggung biaya pendidikan dan biaya hidup mereka. Untuk tempat tinggal, mereka akan didampingi orang tua asuh dari guru-guru di sekolah penerima,” jelasnya.
Serah terima dan pembekalan 50 penerima ADEM berlangsung di Hotel Gajahmada Pontianak, Jumat (17/7/2026). Sejumlah orang tua turut hadir mengantar anak mereka yang akan menjalani pendidikan jauh dari kampung halaman.
Kepala SMK Negeri 1 Pontianak, Anis Sarifudin Adi, mengatakan pengalaman sekolahnya menerima siswa ADEM selama tiga tahun terakhir menunjukkan hasil positif.
“Selama tiga tahun menerima siswa ADEM, kami melihat kemampuan mereka sangat baik. Bahkan tidak pernah ada yang tidak naik kelas,” katanya.
Menurut Anis, kesempatan bersekolah di Pontianak perlu diikuti dengan dukungan agar siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Yang paling penting di awal adalah bagaimana mereka bisa menyesuaikan diri. Selain belajar mandiri, mereka juga harus menghadapi rasa rindu kepada keluarga,” ujarnya.
Program ADEM pun tidak hanya membuka akses pendidikan bagi siswa dari wilayah 3T, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bagi pelajar berprestasi untuk berkembang di lingkungan pendidikan yang lebih beragam.
