DKP Kalbar Verifikasi Pengembangan Wisata Mangrove Sungai Kupah, Dorong Ekonomi Biru Berbasis Ekowisata
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati bersama rombongan saat verifikasi pengajuan KKPRL di Desa Sungai Kupah, Kubu Raya/Dokumentasi DKP Kalbar.
KATAKALBAR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong pengembangan kawasan pesisir yang berkelanjutan melalui konsep ekonomi biru.
Salah satunya dengan melakukan verifikasi pengajuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk pengembangan wisata bahari berbasis ekowisata di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Verifikasi lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Natalia Karyawati, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3KP), pada Kamis (16/7/2026).
Natalia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari proses memastikan pemanfaatan ruang laut dilakukan sesuai ketentuan serta tetap mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Verifikasi ini bertujuan memastikan rencana pemanfaatan ruang laut selaras dengan fungsi kawasan, sehingga pengembangan wisata dapat berjalan tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem pesisir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kawasan mangrove di Desa Sungai Kupah memiliki peran strategis sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi dan gelombang, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut.
Di sisi lain, kawasan tersebut juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari berbasis ekowisata. Keberadaan hutan mangrove dinilai dapat menjadi daya tarik wisata edukasi dan rekreasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Menurut Natalia, pengelolaan kawasan secara berkelanjutan akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata, tanpa mengorbankan fungsi ekologis kawasan.
“Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan mangrove tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Ini sejalan dengan upaya membangun ekonomi biru yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan,” katanya.
DKP Kalbar berharap pengembangan wisata bahari di Desa Sungai Kupah dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan pesisir yang mampu mengintegrasikan aspek konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
