13 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk Warga Pontianak
KATAKALBAR — Sebanyak 13.000 liter air bersih disalurkan gratis kepada warga di Kota Pontianak yang terdampak kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (13/9/2026).
Bantuan tersebut disalurkan di dua lokasi. Sebanyak 5.000 liter diberikan kepada warga di Jalan Pangeran Natakusuma, sedangkan 8.000 liter lainnya didistribusikan di Masjid Nurul Jannah, Jalan Kom Yos Soedarso, melalui Dinas PUPR Kalimantan Barat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.
“Kita berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. Pemerintah terus bergerak menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar Norsan.
Menurut Norsan, kemarau tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah kawasan permukiman.
Karena itu, penanganan dampak karhutla dilakukan secara menyeluruh. Selain berupaya mengendalikan kebakaran dan kabut asap, pemerintah juga memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Tim dari Dinas PUPR Kalbar turun langsung menyalurkan air ke lokasi yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Norsan menegaskan distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam menangani dampak kemarau dan karhutla di Kalimantan Barat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang menghadapi keterbatasan air bersih selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
“Yang terpenting masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih. Kita akan terus berupaya hadir dan membantu warga yang terdampak,” pungkasnya.
