Oktober 30, 2026

Temajuk Dikembangkan sebagai Kawasan Perbatasan

0
WhatsApp Image 2026-06-09 at 17.51.47

KATAKALBAR – Pengembangan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, diarahkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan habitat penyu di kawasan pesisir Temajuk.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kawasan pesisir Temajuk memiliki potensi ekologis yang perlu dipertahankan. Habitat penyu menjadi salah satu bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga di tengah pengembangan wilayah.

Hal tersebut disampaikan Norsan saat mengunjungi Pantai Camar Bulan, Desa Temajuk, Sabtu (13/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari Program Gema Membangun Desa di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Dalam kunjungan itu, Norsan bersama masyarakat juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya penghijauan kawasan.

“Di sini ada kawasan konservasi penyu. Habitat ini harus terus kita jaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya,” katanya.

Menurut Norsan, keberadaan kawasan konservasi perlu diperhatikan dalam pengembangan Temajuk. Pelestarian habitat penyu dinilai perlu berjalan seiring dengan pembangunan dan pengembangan potensi wisata.

Temajuk sendiri memiliki potensi wisata pesisir sekaligus berada di kawasan perbatasan. Karena itu, pengembangan wilayah perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan sumber daya alam yang ada.

Norsan juga mengajak masyarakat berperan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Partisipasi warga dinilai penting agar upaya konservasi dan penghijauan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Selain menjaga habitat penyu, penanaman pohon di Pantai Camar Bulan menjadi bagian dari upaya mempertahankan kondisi lingkungan kawasan pesisir.

Melalui Gema Membangun Desa, pembangunan di Temajuk diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Potensi wisata dan sumber daya alam yang ada di kawasan tersebut diharapkan tetap terjaga untuk jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *