Oktober 30, 2026

PDRB dan IPM Kalbar Lampaui Target 2025

0
Screenshot

KATAKALBAR – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat (Kalbar) mencapai 5,39 persen pada 2025. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menjadikan capaian tersebut sebagai pijakan untuk memperkuat strategi pembangunan pada 2026, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data indikator makro pembangunan daerah 2025 yang ditampilkan dalam materi Pemprov Kalbar, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita mencapai Rp56,98 juta. Angka tersebut melampaui target sebesar Rp55,5 juta.

Capaian positif juga terlihat pada indikator kemiskinan. Tingkat kemiskinan Kalbar tercatat sebesar 5,97 persen, lebih rendah dibandingkan target 6,07 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,09, melampaui target yang ditetapkan sebesar 71,64. Data tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan selanjutnya.

Pemprov Kalbar Perkuat Strategi Pembangunan 2026

Memasuki 2026, Pemprov Kalbar berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan sektor-sektor usaha yang berpotensi mendorong perekonomian daerah.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, kemajuan ekonomi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Evaluasi terhadap indikator makro pembangunan juga diperlukan untuk mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan perhatian. Capaian yang telah melampaui target perlu dipertahankan, sedangkan indikator yang belum mencapai sasaran perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan berikutnya.

Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan Berdampak pada Kesejahteraan

Pemprov Kalbar juga perlu mengoptimalkan potensi ekonomi daerah dan memperkuat daya saing sektor produktif. Langkah tersebut penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerataan pembangunan dan pengelolaan lingkungan tetap perlu diperhatikan agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Penggunaan data indikator makro sebagai dasar evaluasi dan perencanaan diharapkan membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan yang lebih terarah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat juga diperlukan untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan.

Dengan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat indikator kesejahteraan, Kalimantan Barat diharapkan mampu mendorong pembangunan yang lebih merata serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *