Oktober 30, 2026

Disdikbud Kalbar Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Ngarurut Padi

0
WhatsApp Image 2026-05-21 at 14.03.07

KATAKALBAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Ngarurut Padi, warisan budaya khas masyarakat Dayak Kanayant, 5 April 2026.

Menurut Faisal, tradisi Ngarurut yang merupakan prosesi memanen atau mengambil bulir padi dari tangkainya memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas pertanian musiman. Tradisi tersebut dinilai sarat nilai filosofi dan kearifan lokal yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, masyarakat dapat memetik pelajaran tentang kerendahan hati melalui filosofi padi yang telah lama dikenal dalam budaya agraris masyarakat Kalimantan Barat.

“Dari padi kita belajar, semakin berisi tangkainya, maka ia akan semakin merunduk. Ini adalah pesan mendalam bagi kita semua agar senantiasa rendah hati meskipun memiliki kemampuan atau pencapaian yang tinggi,” ujar Sy Faisal.

Menurutnya, sikap rendah hati juga perlu dibarengi dengan semangat memberikan manfaat bagi sesama, sebagaimana padi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Faisal menjelaskan tradisi Ngarurut juga mencerminkan kuatnya ikatan sosial dan semangat gotong royong masyarakat Dayak Kanayant. Tradisi tersebut biasanya dilakukan bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan dalam menjalani pekerjaan.

“Budaya ini mengajarkan kita tentang kemampuan beradaptasi dengan alam dan senantiasa bersyukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan. Inilah kearifan lokal yang menjadi benteng karakter bangsa,” imbuhnya.

Disdikbud Kalbar, lanjut Faisal, berkomitmen mendukung pelestarian budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia berharap generasi muda mampu memahami nilai etika dan moral yang terkandung dalam tradisi tersebut.

“Pesan tradisi ini sangat relevan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat Kalimantan Barat yang multietnis,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *