Oktober 30, 2026

Disdikbud Kalbar Tekankan Perlindungan Psikologis Anak Pascaviral Video Kritik Jalan Rusak

0
WhatsApp Image 2025-10-23 at 18.55.13

KATAKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terlibat dalam video viral kritik jalan rusak di Bedayan SP3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Plt Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan perhatian pihaknya lebih diarahkan pada perlindungan anak dan penguatan pendidikan karakter dibanding persoalan kewenangan perbaikan jalan.

Menurutnya, dunia pendidikan memandang sikap kritis anak sebagai bagian dari proses pembelajaran yang baik selama disampaikan dengan etika yang benar.

“Namun, sikap kritis tersebut tidak boleh diarahkan pada hal-hal yang bersifat menghujat atau menyerang pihak tertentu,” ujarnya.

Disdikbud Kalbar telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang dan pihak sekolah guna melakukan pendekatan kepada siswa maupun orang tua mereka. Pendekatan itu bertujuan memastikan kondisi anak-anak sekaligus mengetahui latar belakang pembuatan video yang beredar di media sosial.

Faisal mengungkapkan, aspek lain yang menjadi perhatian serius adalah potensi bullying atau tekanan sosial terhadap anak-anak akibat viralnya video tersebut.

“Hal kedua yang menjadi perhatian adalah perlindungan terhadap anak-anak dari potensi bullying atau tekanan sosial akibat video yang viral. Dinas Pendidikan khawatir anak-anak tersebut mendapat respons negatif dari lingkungan sekitar yang dapat berdampak pada psikologis dan semangat belajar mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, Disdikbud Kalbar bersama Dinas Pendidikan Sintang dan sekolah terus memperkuat pendidikan karakter melalui komunikasi intensif dengan orang tua dan lingkungan sekolah.

Melalui langkah tersebut, Disdikbud berharap anak-anak tetap dapat menyampaikan kritik dan pendapat secara santun serta bertanggung jawab tanpa harus menyerang pihak tertentu.

Penguatan karakter dan perlindungan psikologis anak disebut menjadi prioritas utama agar mereka tetap tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung perkembangan mental maupun semangat belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *