Gerakan 1.000 Bendera Merah Putih Bangkitkan Nasionalisme dan Harapan Warga Perbatasan Temajuk
KATAKALBAR – Gerakan Semarak 1.000 Bendera Merah Putih yang digelar dalam rangkaian Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina di kawasan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (1/8), disambut antusias oleh masyarakat perbatasan.
Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya memperkuat semangat nasionalisme menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga membangkitkan harapan warga agar PLB Temajuk segera kembali beroperasi.
Kepala Desa Temajuk, Agil Firmansyah, mengatakan pengibaran dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih memiliki makna penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Menurutnya, ribuan bendera yang berkibar menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air sekaligus pengingat bahwa warga Temajuk berada di garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui kegiatan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih ini tentunya dapat meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat yang berada di perbatasan demi menjaga kedaulatan negara,” ujarnya.
Agil mengaku terharu melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian kegiatan pengibaran dan pembagian bendera.
”Antusias masyarakat hari ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap kuat di wilayah perbatasan,” katanya.
Menurut Agil, semangat kebangsaan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut juga dibarengi harapan besar masyarakat terhadap pembukaan kembali PLB Temajuk yang telah ditutup sejak pandemi COVID-19 pada 2019.
Ia menjelaskan, penutupan akses lintas batas selama beberapa tahun terakhir berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, warga berharap pemerintah segera mengoperasikan kembali PLB Temajuk agar mobilitas masyarakat, perdagangan, dan sektor pariwisata kembali bergeliat.
“Sejak COVID-19 tahun 2019, pos ini ditutup total dan sampai sekarang belum dibuka kembali. Mudah-mudahan dalam bulan Agustus ini bisa segera diresmikan sehingga aktivitas masyarakat di perbatasan kembali berjalan lancar,” ungkapnya.
Agil menilai keberadaan PLB memiliki peran strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Temajuk. Selain mendorong kunjungan wisatawan, pembukaan kembali akses lintas batas diyakini akan membuka peluang pasar bagi produk-produk lokal.
“Pembukaan PLB sangat diharapkan karena dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perkembangan pariwisata di Temajuk. Selain itu, kuliner khas Indonesia dan hasil tangkapan nelayan kami juga memiliki potensi dipasarkan ke Malaysia apabila akses lintas batas kembali dibuka,” jelasnya.
Antusiasme serupa disampaikan warga Temajuk, Hesti. Ia mengaku bangga dapat menyaksikan langsung pembentangan dan pembagian 1.000 Bendera Merah Putih di kampung halamannya.
”Bagi kami yang tinggal di perbatasan, kegiatan ini sangat berkesan. Senang dan bangga sekali melihat semangat kebersamaan serta bendera Merah Putih berkibar di perbatasan,” ujarnya.
Hesti berharap kegiatan bernuansa kebangsaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, selain mempererat kebersamaan masyarakat, kegiatan tersebut juga memperkuat rasa cinta terhadap NKRI di wilayah perbatasan.
”Harapannya semoga acara seperti ini terus ada setiap tahunnya supaya semangat nasionalisme warga perbatasan semakin kuat,” pungkasnya.
Ekspedisi Merah Putih Rumah Jurnalis x MyPertamina mendapat dukungan dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), PT Cita Mineral Investindo Tbk, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, GAPKI Kalbar, Astra Motor Kalbar, Pegadaian, Harris Pontianak, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Karang Taruna Kalbar, Bank Kalbar, Bank Kalbar Syariah, serta Sinar Mas Agribusiness and Food.
