Oktober 30, 2026

Gubernur Kalbar Ajak Anak Belajar Menabung Sejak Dini

0
WhatsApp Image 2025-10-21 at 16.21.20

Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat memberikan sambutan/Dok. Instagram Ria Norsan

KATAKALBAR – Budaya menabung sejak usia dini dinilai sebagai langkah penting dalam membentuk generasi yang mandiri dan disiplin secara finansial. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat membuka kegiatan Kampanye Ayo Menabung & Puncak Literasi Anak Kalimantan Barat yang digelar di Pendopo Gubernur, Minggu (3/8/2025).

Acara yang merupakan bagian dari peringatan Hari Indonesia Menabung tersebut digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar. Dalam sambutannya, Gubernur mengajak para orang tua untuk memberi contoh kepada anak-anak dalam kebiasaan menabung.

“Pepatah bilang, muda menabung tua beruntung. Jadi ayo kita biasakan menabung, entah pakai celengan atau buka rekening di bank,” ujar Norsan.

Ia menegaskan, kebiasaan ini bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter hemat dan kemandirian anak sejak dini. Ria Norsan juga menyoroti pentingnya pendidikan finansial sebagai bagian dari pembangunan manusia yang inklusif secara ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengumumkan pencapaian membanggakan Kalimantan Barat yang kembali meraih predikat sebagai wilayah terbaik dalam pelaksanaan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) tahun 2024.

Dengan partisipasi sebanyak 869.326 pelajar dari tingkat TK hingga SMA/SMK yang memiliki rekening tabungan aktif, Kalbar mencatat capaian inklusi keuangan pelajar hingga 95,25 persen.

“Ini prestasi luar biasa, tapi yang terpenting adalah bagaimana orang tua memberi contoh dan mendidik anak-anaknya agar terus menabung. Dengan begitu, saat mereka hidup mandiri nanti, sudah terbiasa mengelola uang secara bijak,” kata dia.

Senada dengan itu, Kepala OJK Kalbar Rochma Hidayati menambahkan bahwa menabung bukan semata-mata soal finansial, melainkan bagian dari pendidikan karakter.

“Menabung itu bukan soal jadi kaya, tapi soal disiplin. Ini bentuk menunda kesenangan demi masa depan yang lebih baik,” tegas Rochma.

Ia berharap gerakan literasi keuangan ini dapat diperkuat melalui kerja sama lintas sektor, demi membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Kampanye ini diharapkan menjadi pemicu terbentuknya budaya menabung yang kuat di masyarakat, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045: generasi yang disiplin, mandiri, dan cerdas secara finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *