Oktober 30, 2026

Gubernur Kalbar: Meski Api Mulai Padam, Strategi Jangka Panjang Wajib Disiapkan

0
WhatsApp Image 2025-10-22 at 14.00.04

KATAKALBAR – Meskipun sebagian besar titik api di Kalimantan Barat mulai padam berkat curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir, pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh berhenti sampai di situ.

Dalam rapat koordinasi karhutla yang digelar di Balai Diklat Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah, Jumat (8/8/2025), Gubernur Kalbar Ria Norsan mengingatkan pentingnya penyusunan strategi jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana tahunan ini.

“Hujan mulai turun, dan sebagian besar api sudah padam. Hanya tersisa satu-dua titik kecil,” kata Norsan.

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, BNPB, Manggala Agni, hingga masyarakat telah memberikan hasil signifikan dalam menekan penyebaran kebakaran.

“Hasilnya memuaskan, sinergi berjalan baik,” tambahnya.

Deteksi Dini dan Pengawasan Ketat Jadi Sorotan Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyoroti potensi munculnya kembali api, khususnya di area gambut yang rentan. Ia menjelaskan bahwa pemicu kebakaran bisa datang dari aktivitas manusia maupun proses alami.

“Wilayah gambut kering mudah terbakar meski tanpa disengaja. Pengawasan harus terus diperketat,” tegasnya.

Jenderal Sigit menekankan pentingnya deteksi dini sebagai kunci pencegahan. Ia meminta posko-posko pengawasan di titik rawan tetap aktif dan memanfaatkan teknologi pemantauan untuk mendeteksi pergerakan hotspot.

“Tim BPBD, RNI, Manggala Agni, dan relawan harus terus siaga,” ujarnya.

Terkait praktik pembakaran berbasis adat, Kapolri mengingatkan bahwa semua bentuk pembakaran harus tunduk pada aturan teknis yang ada.

“Kearifan lokal boleh dilakukan, tapi ada syarat teknis yang ketat. Harus ada sekat bakar, dan pembakaran wajib diawasi sampai selesai,” katanya, seraya meminta agar petugas pemberi izin memahami dan menyosialisasikan aturan ini dengan baik.

Hadapi Kemarau 2026, Pemerintah Siapkan Antisipasi

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa potensi kemarau panjang tahun depan akibat fenomena La Nina harus diantisipasi sejak dini.

“Embung, kanal, sungai, atau waduk harus siap digunakan untuk pemadaman, baik manual maupun lewat water bombing,” ujar Hanif.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian alat pemadam dengan karakteristik geografis Kalbar menjadi hal penting untuk meningkatkan efektivitas di lapangan. Menurutnya, koordinasi antarlembaga tetap menjadi fondasi utama dalam penanggulangan karhutla secara menyeluruh.

Dalam rapat tersebut, Kapolda Kalbar turut mengusulkan pendekatan jangka panjang dengan mereklamasi lahan-lahan yang terbakar berulang kali.

“Kalau terus terbakar setiap tahun, lebih baik dijadikan lahan produktif. Ini bisa masuk dalam program ketahanan pangan,” usulnya.

Bahaya Belum Berakhir, Pemerintah Siapkan Langkah Permanen

Rakor karhutla yang berlangsung di Mempawah menyimpulkan bahwa meskipun situasi saat ini lebih terkendali, potensi kebakaran belum sepenuhnya hilang. Fokus kini bukan hanya pemadaman, melainkan bagaimana memutus siklus kebakaran tahunan dengan pendekatan permanen, kolaboratif, dan berbasis data.

Langkah-langkah lanjutan yang dirancang pemerintah menunjukkan bahwa Kalbar tak hanya bertahan, tetapi juga berbenah untuk menghadapi tantangan lingkungan yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *