Oktober 30, 2026

Hotspot Karhutla Kalbar Turun Signifikan

0
471686fa-3210-4f83-8f50-3145e20f8e9c

KATAKALBAR — Jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Barat mengalami penurunan signifikan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dari sebelumnya mencapai lebih dari 2.000 titik, kini jumlahnya turun menjadi sekitar 100 titik.

Penurunan tersebut menjadi salah satu hasil dari sinergi berbagai unsur dalam penanganan karhutla, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api hingga dukungan pemerintah pusat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam upaya menekan karhutla di berbagai wilayah Kalbar.

Hal tersebut disampaikan Norsan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Karhutla bersama Menteri Kehutanan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lanud Supadio, Pontianak, Jumat (4/9/2026).

“Kami bersama Forkopimda dan seluruh masyarakat peduli api, Manggala Agni, TNI-Polri sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memadamkan karhutla di Kalbar,” ujar Gubernur.

Menurut Norsan, sinergi lintas sektor diperkuat dengan dukungan pemerintah pusat, khususnya dalam pengerahan personel dan peralatan untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Upaya bersama tersebut menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik panas yang sebelumnya sempat menembus lebih dari 2.000 titik kini telah berkurang secara signifikan.

“Alhamdulillah, titik api itu menurun dari sebelumnya yang sempat 2.000 lebih, sekarang tinggal 100 titik,” tambahnya.

Meski jumlah hotspot telah turun, Norsan mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjaga kewaspadaan. Pemantauan dan pemadaman harus terus dilakukan agar titik yang masih terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Kita tidak boleh lengah. Walaupun titik api sudah menurun, pemantauan dan pemadaman tetap kita lakukan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat berdasarkan data penanganan sejak awal hingga saat ini mencapai 38.310 hektare.

Ia menjelaskan, data hotspot hasil pemantauan BMKG tidak seluruhnya menunjukkan adanya kebakaran. Karena itu, setiap titik panas perlu diverifikasi melalui patroli dan pengecekan visual di lapangan.

“Dari 166 hotspot, setelah dicek lewat patroli dan visual secara nyata di lapangan, yang benar-benar fire spot hanya 61 titik dengan luas sekitar 802,17 hektare,” ujar Suharyanto.

Norsan kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Menurutnya, penurunan hotspot tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang sudah bekerja di lapangan, baik TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan maupun masyarakat. Ini adalah kerja bersama kita,” katanya.

Pemprov Kalbar bersama seluruh unsur terkait akan terus mempertahankan sinergi dalam pemantauan dan penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penurunan hotspot terus berlanjut dan mencegah kebakaran kembali meluas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *