Oktober 30, 2026

Kuliner dan Tradisi Imlek di Kalbar Sarat Nilai Budaya dan Kebersamaan

0
WhatsApp Image 2026-02-09 at 17.30.22

KATAKALBAR  – Perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga sarat makna melalui tradisi kuliner dan nilai kekeluargaan yang diwariskan turun-temurun.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sy. Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan berbagai hidangan khas Imlek memiliki filosofi mendalam tentang harapan, keharmonisan keluarga, dan keberuntungan.

Beberapa makanan khas seperti Kue Keranjang (Nian Gao), Jeruk Mandarin, Lapis Legit, hingga Choi Pan disebut telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Kalbar.

“Kudapan seperti Choi Pan itu sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat kita. Saat Imlek, makanan ini menjadi simbol penyambung silaturahmi saat tradisi open house berlangsung,” jelasnya.

Menurut Faisal, tradisi open house, pembagian angpao, hingga penghormatan kepada orang tua menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan keluarga dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Ia menilai, budaya Imlek di Kalbar menjadi bukti nyata bahwa keberagaman mampu memperkuat persatuan masyarakat.

“Imlek di Kalbar ini bukan hanya milik satu etnis. Kita bisa melihat bagaimana harmoni terjalin, di mana warga Dayak dan Melayu kerap terlibat aktif, baik sebagai penonton maupun pengisi acara dalam pawai-pawai besar,” ujar Faisal saat memberikan keterangan di Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *