Oktober 30, 2026

Lomba Lukis HUT Bhayangkara ke-80 Jadi Ruang Apresiasi Langka bagi Seniman Difabel di Kalbar

0
Screenshot

KATAKALBAR – Lomba melukis bagi penyandang disabilitas yang digelar di Polresta Pontianak dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 menjadi ruang apresiasi yang dinilai masih jarang tersedia bagi seniman difabel di Kalimantan Barat.

Kegiatan ini diikuti 10 penyandang disabilitas dari Pontianak, Kubu Raya, dan Ketapang. Para peserta terdiri atas penyandang tunadaksa dan tunarungu yang menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui karya seni lukis.

Ketua Komunitas Perupa Kalimantan Barat (KOMPAK), Kurniawan, mengatakan lomba seni lukis tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80. Selain lomba melukis, terdapat pula lomba fotografi dan baca puisi.

“Untuk seni lukis di Pontianak memang dikhususkan bagi peserta disabilitas. Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi motivasi sekaligus bentuk apresiasi agar teman-teman difabel terus berkarya,” kata Kurniawan, Senin (13/7/2026).

Menurut Kurniawan, perlombaan seni yang secara khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas masih cukup terbatas di Pontianak. Kondisi tersebut membuat kesempatan bagi seniman difabel untuk menampilkan karya kepada publik belum banyak tersedia.

Karena itu, ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh apresiasi atas karya yang mereka hasilkan.

“Rata-rata peserta yang ikut memang sudah memiliki hobi melukis dan pernah mengikuti kegiatan serupa. Jadi ini menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, KOMPAK bertindak sebagai penyelenggara di tingkat daerah. Sementara proses penilaian tidak dilakukan di Pontianak.

Seluruh karya peserta akan didokumentasikan sebelum dikirim ke Mabes Polri untuk dinilai bersama hasil karya peserta dari berbagai daerah di Indonesia oleh tim juri pusat.

“Di sini tidak ada penentuan juara. Fokus kami memastikan karya yang dikirim benar-benar dibuat langsung oleh masing-masing peserta. Nanti seluruh karya akan dinilai oleh juri di Mabes Polri,” jelasnya.

Ia menambahkan, sesuai ketentuan dari panitia pusat, lomba tidak dibagi berdasarkan kelompok usia. Seluruh peserta penyandang disabilitas berkompetisi dalam satu kategori umum dengan kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *