Norsan Apresiasi Gerakan 1.000 Bendera Merah Putih di Perbatasan Temajuk
KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi rencana Rumah Jurnalis bersama MyPertamina menggelar Ekspedisi Merah Putih dengan menyebarkan dan mengibarkan 1.000 Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Menurut Norsan, gerakan tersebut memiliki nilai penting dalam membangun kembali semangat patriotisme, terutama di kalangan generasi muda yang saat ini semakin dekat dengan perkembangan teknologi.
“Aksi ini, kegiatannya sangat positif sekali, terutama untuk menumbuhkan semangat patriotisme kepada generasi muda. Kenapa, karena selama ini saya melihat generasi muda kita yang terlena dengan kemajuan teknologi, sehingga semangat tersebut sedikit berkurang, maka dengan adanya aksi ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa tersebut,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan pada Jum’at (24/7/2026).
Norsan menilai pemilihan Temajuk sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Selain menjadi bagian dari wilayah perbatasan, pengibaran bendera di kawasan tersebut dinilai dapat memperkuat rasa kebangsaan masyarakat yang tinggal berhadapan langsung dengan negara tetangga.
“Supaya masyarakat kita di daerah perbatasan dan yang juga berbatasan dengan negara tetangga kita tahu bahwa Indonesia itu masih solid, dan dengan pengibaran bendera itu di tanah pertiwi Indonesia ini,” pungkasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni menyambut Hari Kemerdekaan, tetapi mampu membangun semangat persatuan dan nasionalisme secara berkelanjutan.
Melalui Ekspedisi Merah Putih, Rumah Jurnalis akan memusatkan rangkaian kegiatan di Desa Temajuk. Agenda tersebut diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan kebangsaan berskala besar di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dengan melibatkan masyarakat, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), PT Cita Mineral Investindo Tbk, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, GAPKI Kalbar, Astra Motor Kalbar, Pegadaian, Harris Pontianak, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Telkomsel, Karang Taruna Kalbar, Bank Kalbar, dan Bank Kalbar Syariah.
