Oktober 30, 2026

Pemprov Kalbar Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Ibu

0
WhatsApp Image 2025-10-22 at 16.24.12

KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian bahasa daerah melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025, yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., pada Sabtu (18/10/2025) di Hotel Mercure Pontianak.

Acara tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Kalbar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Balai Bahasa Kalbar, Dr. Uniawati, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Windy Prihastari, bersama perwakilan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Harisson menekankan pentingnya bahasa ibu dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda.

“Bahasa ini sangat beragam, dan memang harus dipelajari serta dijaga kelestariannya. Kita ingin agar anak-anak di sekolah tetap menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari. Kadang, dengan bahasa ibu, mereka lebih mudah mengungkapkan perasaan dan memahami pelajaran,” kata Harisson.

Ia menambahkan bahwa pelestarian bahasa ibu bukan hanya soal menjaga komunikasi, tapi juga mempertahankan budaya dan jati diri daerah.

“Di dalam bahasa tersimpan nilai-nilai kehidupan, kearifan lokal, dan cara berpikir masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Maka, melestarikan bahasa ibu berarti menjaga bahasa daerah, menjaga budaya, dan menjaga jati diri Kalimantan Barat,” tambahnya.

Kepada para peserta FTBI, Harisson menyampaikan pesan khusus agar terus membanggakan bahasa daerah mereka masing-masing.

“Kalian semua adalah tunas bangsa, penerus kebudayaan. Gunakan kesempatan ini untuk menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Setiap kata dalam bahasa daerah kita menyimpan sejarah, doa, dan makna yang berharga,” pesannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival ini.

“Saya berharap FTBI menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas kebangsaan melalui pelestarian bahasa daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Dr. Uniawati, selaku Kepala Balai Bahasa Kalbar, menjelaskan bahwa FTBI merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang menargetkan penutur muda.

“Tujuan festival ini adalah menumbuhkan kembali semangat generasi muda agar mau menuturkan dan melestarikan bahasa daerahnya. Kami berharap anak-anak dapat menjadi penutur aktif dan bangga menggunakan bahasa daerah masing-masing,” jelasnya.

Namun, menurutnya, tantangan pelestarian bahasa daerah saat ini cukup serius, terutama karena kurangnya kesadaran dari para penutur itu sendiri.

“Lembaga bahasa tentunya berkomitmen dalam melestarikan bahasa daerah, tetapi kuncinya ada pada penutur. Karena itu, kami fokus menyasar tunas-tunas muda agar mereka menjadi pelestari bahasa daerah di masa depan,” tutupnya.

Festival ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, sekaligus kebanggaan bagi generasi muda Kalbar dalam merawat bahasa ibu sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *