SPMB 2026 Kalbar Tak Wajib Online, Sekolah di Pedalaman Bisa Layani Pendaftaran Luring
KATAKALBAR – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMA di Kalimantan Barat tidak sepenuhnya dilakukan secara daring.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar memberikan ruang bagi sekolah di wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet dan infrastruktur digital untuk melayani proses pendaftaran secara luring atau tatap muka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan terutama bagi sekolah yang berada di kawasan perbatasan maupun daerah pedalaman.
“Kita tidak memaksakan seluruh SMA di Kalbar mengikuti jalur online. Untuk daerah yang sulit akses internet, keterbatasan sarana prasarana dan kemampuan masyarakat dalam mengakses layanan digital, kita izinkan melakukan pendaftaran secara luring,” jelasnya.
Menurut Faisal, kebijakan tersebut bertujuan agar keterbatasan akses digital tidak menjadi hambatan bagi calon peserta didik untuk mengikuti proses penerimaan murid baru.
Dengan skema tersebut, sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi infrastruktur digital terbatas tetap dapat melayani masyarakat secara langsung.
Disdikbud Kalbar menilai fleksibilitas mekanisme pendaftaran penting untuk memastikan seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti SPMB 2026.
Selain mekanisme pendaftaran, Disdikbud Kalbar juga mendorong sekolah melakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat terkait pelaksanaan SPMB.
“Beberapa sekolah sudah membuat program mandiri, baik melalui media sosial maupun mengundang orang tua dan warga sekitar untuk mengikuti sosialisasi SPMB di sekolah masing-masing,” ujarnya.
