UMKM Serap 60% Tenaga Kerja di Kalbar
KATAKALBAR – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memainkan peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian Kalimantan Barat. Dengan menyerap lebih dari 60% tenaga kerja di provinsi ini, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Menyikapi peran strategis tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan langkah-langkah konkret demi mendorong UMKM agar naik kelas.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., dalam pembukaan Entrepreneur Hub Terpadu Kalimantan Barat 2025 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Senin (2/6/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman.
“UMKM menyerap sekitar 60 persen tenaga kerja di Kalimantan Barat dan berkontribusi besar terhadap PDRB kita. Maka, menjadi kewajiban pemerintah untuk memberi dukungan nyata,” ujar Gubernur Norsan.
Ia menambahkan, dukungan yang dimaksud meliputi pemangkasan birokrasi perizinan usaha, kemudahan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi), pelatihan kewirausahaan, serta dorongan untuk digitalisasi dan inovasi produk.
Kegiatan Entrepreneur Hub ini sendiri dirancang sebagai upaya penguatan ekosistem kewirausahaan daerah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan tema Entrepreneur Journey: Scaling Up, program ini bertujuan menciptakan wirausaha tangguh, membuka lapangan kerja baru, dan mengatasi tantangan ekonomi seperti pengangguran serta ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Gubernur Norsan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap dinamika ketenagakerjaan. “Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalbar per Februari 2025 tercatat 4,23%, lebih rendah dari angka nasional. Tapi kita tidak boleh lengah. Kita perlu terus menciptakan peluang kerja baru,” katanya.
Entrepreneur Hub Terpadu 2025 menjadi jawaban atas tantangan itu, dengan menghadirkan berbagai program strategis. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis program KUR dan UMi kepada pelaku UMKM, serta digelar mini expo yang menampilkan produk-produk UMKM binaan dari berbagai sektor.
Gubernur Kalbar turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. “Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri UMKM RI yang hadir langsung dan telah menjadi mitra penting dalam penguatan UMKM di daerah. Kehadiran beliau menjadi semangat baru bagi pelaku usaha di Kalbar,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa Entrepreneur Hub adalah bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.
“Ini bukan hanya acara simbolik, tetapi langkah nyata untuk membangun ekosistem wirausaha yang berkelanjutan. Kalbar punya potensi besar, dan kami yakin bisa melahirkan wirausaha tangguh yang berdaya saing global,” ujar Menteri Maman.
Melalui Entrepreneur Hub dan dukungan lintas sektor, Kalimantan Barat diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
