Oktober 30, 2026

Prabowo Luncurkan Koperasi Desa, Kalbar Siap Jadi Pilar Ekonomi Rakyat

0
WhatsApp Image 2025-08-15 at 17.16.40

KATAKALBAR – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memulai langkah besar untuk membangun kedaulatan ekonomi dari tingkat desa. Melalui peluncuran nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebanyak 80.081 koperasi resmi dibentuk secara serentak di seluruh Indonesia hari ini, Senin (21/7).

Agenda utama peluncuran dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah, namun di Kalimantan Barat, acara ini digelar secara virtual dari Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya — yang juga ditunjuk sebagai koperasi percontohan untuk wilayah tersebut.

Gagasan Ekonomi Rakyat Melawan Ketimpangan

Dalam pidato nasionalnya, Presiden Prabowo menyebut koperasi sebagai “alat perjuangan” untuk mengangkat ekonomi rakyat kecil. Ia mengkritik ketimpangan ekonomi yang terlalu lama berpihak pada kekuatan korporasi besar.

“Ini bukan usaha kecil. Ini adalah perjuangan besar. Koperasi adalah simbol dari ekonomi yang berdaulat,” tegas Prabowo.

Tak hanya menyoroti sistem, Presiden juga mengangkat masalah klasik petani yang masih berkutat pada harga jatuh, distribusi buruk, hingga jeratan utang.

“Rantai masalah itu harus kita potong. Dan koperasi adalah gergajinya,” ujarnya tajam.

Pemerintah juga mencatat 80.048 koperasi dari total 81.140 yang dibentuk telah memiliki badan hukum. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ditunjuk langsung sebagai Ketua Satgas percepatan program ini.

Kalbar Bentuk 2.143 Koperasi: ‘Kami Siap’, Tegas Gubernur Norsan

Merespons program nasional ini, Gubernur Kalbar Ria Norsan menyatakan kesiapan daerahnya. Sebanyak 2.143 koperasi telah dibentuk di berbagai desa dan kelurahan di Kalbar.

“Koperasi adalah tulang punggung baru ekonomi desa. Kami akan dukung lewat fasilitas, dana, dan peralatan,” ujar Norsan di Kubu Raya.

Ia menambahkan bahwa Bulog di Kalbar kini siap membeli seluruh gabah petani—baik kering maupun basah—dengan harga Rp6.500/kg. Upaya ini diharapkan mampu memutus ketergantungan terhadap tengkulak dan memperbaiki sistem distribusi.

“Kini kami tidak hanya bicara kedaulatan pangan, tapi juga distribusi dan kontrol harga di tangan rakyat,” kata Norsan.

Jeruju Besar: Dari Desa ke Inspirasi Nasional

Koperasi Merah Putih Desa Jeruju Besar menjadi contoh sukses awal. Dipimpin oleh Ketua Koperasi Husni, koperasi ini telah tumbuh dari 70 anggota menjadi 359 orang, hanya dalam waktu singkat.

Dengan dana awal Rp39 juta hasil simpanan pokok, wajib, dan sukarela, koperasi ini kini menggandeng berbagai mitra strategis seperti i.d Food, Pupuk Indonesia, Bank Mandiri, BRI, dan BNI.“Koperasi ini berdiri di atas tabungan rakyat. Dan dari sana, kami tumbuh,” kata Husni dalam acara peluncuran virtual.

Program ini juga disebut mendapat dorongan dari tokoh lokal seperti Gineng dan Bowo, yang aktif dalam membenahi rantai distribusi dan lembaga ekonomi pedesaan.

Membangun Pilar Ekonomi Baru dari Desa

Melalui program masif ini, pemerintah menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar instrumen ekonomi, tapi juga alat memperkuat kedaulatan nasional dari tingkat paling bawah: desa.“Bangsa besar tidak bisa menunggu. Kita harus berpikir dan bergerak besar. Sekarang,” pungkas Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *