Kalbar Bersiap jadi Episentrum Baru Ekonomi Syariah Lewat FESyar KTI 2025
Koordinasi dan kolaborasi jelang FESyar KTI 2025/Dok. Bank Indonesia
KATAKALBAR — Kalimantan Barat tengah bersiap menorehkan sejarah baru sebagai tuan rumah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2025, ajang prestisius yang menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), event ekonomi syariah terbesar di tanah air.
FESyar KTI 2025 akan digelar pada 29 Agustus hingga 1 September 2025 di Pontianak, mengusung tema besar membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar festival, tapi momen penting untuk menunjukkan bahwa Kalbar siap menjadi pusat baru ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Doni Septadijaya, dalam forum Coffee Morning yang berlangsung di Pontianak, Rabu (23/7).
Festival dengan Dampak Ekonomi Nyata
FESyar tahun ini tidak hanya dirancang sebagai event seremonial, melainkan sebagai penggerak konkret sektor riil berbasis syariah. Dengan target ambisius — omzet UMKM halal mencapai Rp10,5 miliar, pembiayaan syariah melalui business matching sebesar Rp1,5 miliar, serta lebih dari 22.000 pengunjung dan 5 juta impresi digital — FESyar KTI 2025 digadang-gadang akan memberi dampak langsung pada perekonomian lokal dan regional.
Agenda utamanya meliputi:
-
Sharia Forum dan Fair
-
Pelatihan Nazir Wakaf dan Sertifikasi
-
Kompetisi Halal Chef dan Modest Fashion Designer
-
Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional
-
Pojok Literasi, Wakaf Corner, dan Halal Mart
Jembatan Menuju ISEF 2025 dan Penguatan Identitas Daerah
FESyar KTI merupakan bagian dari tahapan menuju ISEF 2025, yang akan digelar pada 8–12 Oktober mendatang di tingkat nasional. Keterlibatan Kalbar sebagai tuan rumah menjadi simbol pengakuan terhadap potensi besar daerah ini dalam sektor halal, mulai dari UMKM syariah, fashion muslim, hingga wakaf produktif.
“Melalui FESyar, kita ingin tunjukkan bahwa Kalbar tak lagi hanya menjadi peserta, tapi pemain utama dalam arus ekonomi syariah nasional dan global,” tambah Doni.
Kolaborasi dan Persiapan Sudah Dimulai
Sejumlah kegiatan pra-event telah dilakukan, menunjukkan keseriusan Kalbar menyambut ajang ini. Di antaranya:
-
Halal Chef Competition di SMKN 5 Pontianak
-
Majelis Huffadz dan Literasi Ekonomi Syariah di Kubu Raya
-
Partisipasi di GIWATA Borneo Expo dan Gebyar Kalbar 2025
Lebih dari sekadar kegiatan, FESyar KTI menjadi wadah kolaboratif antar-Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah timur, bersama Kementerian Agama, KDEKS, Baznas, perguruan tinggi, komunitas pesantren, dan pelaku UMKM.
Dari Pontianak untuk Ekonomi Umat
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan sistem keuangan syariah, Kalbar berpotensi menjadi contoh bagaimana ekonomi umat bisa tumbuh berbasis kearifan lokal dan kolaborasi multisektor.
“FESyar ini momentum langka. Kita harus manfaatkan untuk menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan milik satu wilayah, tapi bagian dari strategi besar pembangunan nasional yang inklusif,” tutup Doni.
