Oktober 30, 2026

Peringatan Seni Jadi Momentum Refleksi, Seni Merespons Persoalan Sosial dan Ekologi

0
Screenshot

KATAKALBAR — Peringatan seni menjadi momentum untuk melihat kembali peran karya seni di tengah berbagai perubahan dan persoalan yang terjadi di masyarakat.

Seni tidak hanya dipandang sebagai karya yang memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi medium bagi seniman untuk menyampaikan gagasan, keresahan, sekaligus merespons kondisi sosial dan lingkungan di sekitarnya.

Semangat tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan Art Borneo 2026 di Kalimantan Barat. Kegiatan ini menghadirkan berbagai karya yang merefleksikan isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya persoalan ekologi sosial, ingatan, dan identitas.

Kurator Art Borneo 2026, M. Faozi Yunanda, mengatakan terdapat sejumlah kata kunci yang menjadi benang merah dalam pameran tahun ini. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan para seniman melalui berbagai bentuk dan pendekatan karya.

Menurutnya, seni dapat menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai persoalan yang terjadi sekaligus membuka percakapan mengenai kondisi masyarakat dan lingkungan.

Melalui karya yang ditampilkan, pengunjung tidak hanya diajak menikmati bentuk visual, tetapi juga memahami gagasan dan konteks yang melatarbelakangi proses penciptaannya.

Konteks Kalimantan juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Art Borneo. Kawasan ini memiliki kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi sumber inspirasi, namun pada saat yang sama menghadapi berbagai persoalan yang terus berkembang.

Karena itu, peringatan seni dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa karya seni memiliki posisi penting dalam merekam perubahan zaman.

Art Borneo 2026 kemudian menjadi salah satu ruang pertemuan antara seniman, masyarakat, dan berbagai gagasan mengenai kehidupan di Borneo.

Melalui seni, berbagai persoalan yang terkadang sulit disampaikan secara langsung dapat dihadirkan dalam bentuk karya, sehingga membuka ruang dialog dan refleksi bagi masyarakat.

Peringatan seni pun tidak berhenti pada perayaan karya, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana seni dapat mengambil peran dalam membaca perubahan sosial, menjaga ingatan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *