April 18, 2026

Menko Polkam Tinjau SPPG di Pontianak, Soroti Standar Kualitas dan Dampak Ekonomi

0
Screenshot 2026-04-17 164604

KATAKALBAR – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lian Asa Borneo di Jalan Suwignyo, Kota Pontianak, Kamis (16/4/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Gubernur Kalimantan Barat.

Dalam peninjauan itu, Menko Polkam menyoroti pentingnya menjaga standar operasional dapur sebagai kunci keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai keberadaan layanan dapur MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan pelajar, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Menurutnya, fasilitas SPPG yang dikunjungi telah menunjukkan kesiapan yang baik, terutama dari sisi teknis operasional. Ia menekankan bahwa keberadaan instalasi penjernihan air dan sistem pengelolaan limbah menjadi aspek penting, mengingat lokasi dapur berada di kawasan padat penduduk.

“Saya melihat SPPG ini sudah memenuhi standar kesehatan, memiliki instalasi penjernihan air, serta pengelolaan limbah yang baik. Hal ini sangat krusial karena berada di kawasan pemukiman. Jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut, mulai dari pengelola hingga investor.

“Kita ucapkan terima kasih kepada kepala SPPG, para investor, serta yayasan yang telah menginisiasi pembangunan fasilitas ini. Ini merupakan langkah strategis untuk masa depan bangsa, bukan semata kepentingan bisnis,” tambahnya.

Menko Polkam juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Kalimantan Barat atas dukungannya dalam memastikan program berjalan sesuai dengan perencanaan.

Sebelum mengakhiri kunjungan, ia berpesan kepada seluruh pengelola dan staf agar terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Terus pertahankan dan tingkatkan pelayanan kepada anak-anak kita. Jangan pernah lelah mengabdi kepada bangsa,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kalbar menegaskan bahwa kualitas dapur merupakan elemen utama yang harus dijaga secara konsisten.

“Saya berpesan agar kualitas dapur selalu dijaga. Jangan sampai ada kendala yang mencoreng nama baik program ini, karena manfaatnya sudah sangat dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia kembali mengingatkan pentingnya sistem filtrasi air yang optimal untuk mencegah dampak lingkungan, mengingat lokasi fasilitas berada di tengah pemukiman warga.

“Fasilitas ini sudah memenuhi standar kesehatan, dengan instalasi penjernihan air dan pengelolaan limbah yang baik. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada dampak negatif bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Lebih jauh, Gubernur menyebut program MBG juga memberi dampak nyata bagi perekonomian lokal, terutama bagi petani dan pelaku usaha bahan pangan.

Jika sebelumnya para petani kerap menghadapi hasil panen yang tidak terserap pasar, kini kondisi tersebut mulai berubah seiring adanya kebutuhan rutin bahan baku dari dapur MBG.

“Kita sudah dapat merasakan bahwa pemanfaatan sayur-mayur lokal kini meningkat drastis, bahkan supplier lokal atau penyuplai bahan baku kini memiliki kepastian pembeli, yang memotivasi mereka untuk terus meningkatkan produksi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *