Mei 19, 2026

Kanwil Ditjenpas Kalbar Bedah Rumah Warga Tambelan, Bantu Hunian Tak Layak Huni

0
WhatsApp Image 2026-05-19 at 16.19.16

KATAKALBAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melakukan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Kelurahan Tambelan, Pontianak.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian jajaran pemasyarakatan kepada masyarakat melalui bantuan perbaikan hunian yang sudah tidak layak huni.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pontianak, Timbul A. Panjaitan, mengatakan program itu dilaksanakan bersama jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat setelah melakukan survei ke sejumlah wilayah.

“Ini merupakan wujud pengabdian kami kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bedah rumah,” ujar Timbul.

Ia menjelaskan, survei dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Dari hasil peninjauan, rumah di Kelurahan Tambelan dipilih karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“Kami melakukan survei yang ada warganya memang membutuhkan perbaikan rumah tinggalnya. Setelah dilakukan peninjauan, akhirnya dipilih rumah warga di Tambelan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar bersama sejumlah kepala unit pelaksana teknis pemasyarakatan turun langsung meninjau kondisi rumah warga yang akan diperbaiki.

Menurut Timbul, rumah tersebut merupakan rumah tua yang sudah lama berdiri di kawasan Tambelan. Bahkan warga sekitar menyebut rumah itu sebagai rumah pertama di wilayah tersebut.

“Rumah ini memang sudah layak untuk dilakukan perbaikan. Informasinya, keluarga tersebut sudah lima kali mengajukan program bedah rumah ke pihak kelurahan dan RT, namun belum pernah mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Melalui program bedah rumah itu, Kanwil Ditjenpas Kalbar akan melakukan perbaikan menyeluruh terhadap bagian rumah yang rusak, mulai dari lantai, plafon hingga dinding rumah.

“Tadi kami sudah sepakat dengan RT dan pemilik rumah bahwa lantainya akan kami perbaiki seluruhnya. Plafon yang rusak akan diganti, dan bagian yang belum ada plafon juga akan dipasang,” jelas Timbul.

Rumah panggung berbahan kayu tersebut diketahui memiliki kondisi lantai yang sudah bolong di sejumlah titik serta dinding yang kropos sehingga membahayakan penghuninya.

“Kondisi rumahnya memang rumah panggung dengan lantai kayu yang sudah banyak bolong. Dindingnya juga sudah kropos dan belum memakai plafon,” tambahnya.

Program sosial tersebut diharapkan dapat membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak sekaligus memperkuat kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *