Mei 25, 2026

Disdikbud Kalbar Tekankan Keterbukaan Informasi untuk Bangun Kepercayaan Publik

0
WhatsApp Image 2026-03-01 at 23.01.40 (5)

KATAKALBAR – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, khususnya di sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Faisal dalam momentum peringatan Hari Keterbukaan Informasi Publik (HKIN) 2026, 30 April 2026.

Menurutnya, keterbukaan informasi di lingkungan badan publik bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan demokratis.

Faisal berharap momentum HKIN 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Disdikbud Kalbar agar lebih proaktif dalam menyajikan informasi yang akurat dan mudah diakses masyarakat.

“Harapan kita, tidak ada lagi sekat antara pemerintah dan masyarakat dalam mengakses informasi pendidikan. Dengan informasi yang terbuka, kita menciptakan akuntabilitas. Masyarakat bisa ikut mengawasi dan mendukung program-program pendidikan agar tepat sasaran,” ujar Syarif Faisal.

Ia juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kependidikan di lingkungan Disdikbud Kalbar untuk menjadikan transparansi sebagai budaya kerja sehari-hari.

“Saya meminta seluruh insan Disdikbud dan satuan pendidikan (sekolah) untuk tidak alergi terhadap permintaan informasi. Sekolah harus mampu mengelola informasi, mulai dari penggunaan dana BOS hingga kebijakan akademik, secara transparan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Faisal, sekolah sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan harus mampu menjadi contoh dalam penerapan keterbukaan informasi publik.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya edukasi keterbukaan informasi bagi siswa agar mampu menjadi generasi yang kritis dan cerdas dalam memilah informasi di era digital.

“Bagi siswa, keterbukaan informasi adalah sarana belajar tentang hak-hak mereka sebagai warga negara. Kita ingin siswa memahami bahwa akses informasi yang benar adalah kunci untuk menangkal hoaks. Dengan keterbukaan, mereka bisa mendapatkan kepastian mengenai layanan pendidikan, beasiswa, dan pengembangan diri tanpa ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

Peringatan HKIN 2026 diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat predikat Kalimantan Barat sebagai provinsi yang informatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *