Disdikbud Kalbar Soroti Dampak Psikologis Polemik LCC terhadap Siswa
KATAKALBAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat meminta guru Bimbingan Konseling (BK) dan wali kelas aktif memberikan pendampingan mental kepada siswa pascapolemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang melibatkan SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal menilai polemik yang berkembang beberapa waktu lalu tidak boleh dibiarkan berlarut karena dapat memengaruhi kondisi psikologis peserta didik.
“Saya melihat kalau ini dibiarkan akan berdampak tidak baik terhadap perkembangan mental dan psikis anak-anak di SMA 1 Sambas maupun SMA 1 Pontianak. Karena itu, salah satu yang disarankan juga oleh Pak Abraham adalah penguatan psikis melalui guru BK dan guru wali di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Menurut Faisal, pendampingan mental menjadi hal penting, terutama bagi siswa SMAN 1 Sambas yang akan kembali mewakili Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar MPR RI tingkat nasional pada 18 Agustus mendatang.
“Ini harus diperkuat kepada anak-anak ini, khususnya dalam rangka persiapan mereka pascakejadian ini dan untuk Sambas sendiri agar mempersiapkan diri menghadapi lomba tingkat nasional nanti,” tambahnya.
Ia berharap guru BK, wali kelas, hingga kepala sekolah dapat menjadi ruang aman bagi siswa untuk menyampaikan perasaan, keluhan, sekaligus memperoleh motivasi dan dukungan moral setelah polemik tersebut.
“Guru wali dan guru BK inilah yang nanti menjadi tempat curhat mereka, membimbing, mengingatkan, dan menguatkan kondisi mental mereka, termasuk juga kepala sekolah,” katanya.
Disdikbud Kalbar menilai dukungan psikologis dari lingkungan sekolah penting agar siswa tetap percaya diri dan fokus dalam mengembangkan prestasi akademik maupun nonakademik.
