Usai Singapura, Ria Norsan Bidik Penerbangan Langsung Kalbar ke Tiongkok
Pesawat Scoot Airlines saat tiba di Bandara Internasional Supadio rute Singapura-Pontianak, Senin (29/6). Foto : Kata Kalbar
KATAKALBAR – Dibukanya penerbangan langsung Pontianak–Singapura menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam memperluas konektivitas internasional. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan kini membidik pembukaan rute penerbangan langsung menuju Tiongkok sebagai upaya memperkuat perdagangan, investasi, dan sektor pariwisata.
Menurut Norsan, kehadiran maskapai Scoot yang resmi melayani rute Singapura–Pontianak–Singapura melalui Bandara Internasional Supadio pada Senin (29/6) menjadi bukti bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu pintu gerbang internasional di Indonesia bagian barat.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada satu rute internasional. Ke depan, Pemprov Kalbar akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak maskapai membuka penerbangan langsung dari Pontianak ke sejumlah negara yang memiliki hubungan ekonomi dan pariwisata yang kuat dengan Kalimantan Barat.
”Harapan kita tentu masyarakat semakin mudah bepergian ke luar negeri tanpa harus transit di kota lain. Begitu juga wisatawan mancanegara akan semakin mudah datang ke Kalimantan Barat,” ujar Norsan.
Salah satu rute yang menjadi prioritas adalah penerbangan langsung menuju Tiongkok, baik ke Beijing maupun Guangzhou. Menurutnya, negara tersebut memiliki potensi besar sebagai mitra dagang sekaligus sumber wisatawan mancanegara yang dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Norsan menilai, terbukanya jalur penerbangan internasional akan memperkuat daya saing Kalimantan Barat dalam menarik investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan daerah.
Selain mendukung sektor perdagangan, penerbangan langsung juga diyakini mampu mempercepat promosi destinasi wisata Kalimantan Barat ke pasar internasional. Dengan Singapura sebagai salah satu hub penerbangan terbesar di Asia, wisatawan asing kini memiliki akses yang lebih mudah untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Kalbar.
”Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi bagaimana konektivitas mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, perdagangan, dan investasi,” katanya.
Di sektor ekspor, Norsan melihat peluang yang cukup besar, terutama bagi komoditas hasil perikanan seperti ikan, udang, dan kepiting yang selama ini memiliki permintaan tinggi di pasar Singapura. Ia berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan jalur penerbangan internasional tersebut untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, mengatakan pihaknya siap mendukung pengembangan konektivitas internasional dari Kalimantan Barat. Menurutnya, Bandara Supadio telah memiliki infrastruktur yang memadai, termasuk terminal kargo berkapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun yang masih mampu mengakomodasi peningkatan aktivitas logistik dan ekspor.
”Kami berharap pembukaan rute ini menjadi awal dari hadirnya konektivitas internasional lainnya yang dapat semakin memperkuat posisi Bandara Supadio sebagai pintu gerbang Kalimantan Barat,” ujarnya.
Berdasarkan data PT Angkasa Pura Indonesia, sejak penerbangan internasional kembali dibuka pada September 2025, Bandara Supadio telah melayani 1.289 pergerakan pesawat internasional dengan jumlah penumpang mencapai 155.560 orang. Tingkat keterisian kursi rata-rata sekitar 70 persen menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan penerbangan internasional dari Pontianak.
Di sisi lain, Chief Representative Indonesia Scoot, Divesh Singaraju, mengungkapkan penerbangan perdana Pontianak–Singapura memperoleh respons yang sangat positif dengan tingkat keterisian kursi yang hampir penuh. Apabila tren tersebut terus berlanjut, Scoot akan mempertimbangkan penambahan frekuensi penerbangan, bahkan membuka peluang penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar.
Bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, keberhasilan pembukaan rute Pontianak–Singapura menjadi modal penting untuk meyakinkan maskapai lain agar membuka jaringan internasional dari Bandara Supadio. Dengan semakin luasnya konektivitas udara, Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya menjadi daerah tujuan perjalanan, tetapi juga tumbuh sebagai pusat perdagangan, investasi, dan pariwisata yang terhubung langsung dengan berbagai negara.
