Oktober 29, 2026

Disdikbud Kalbar Pantau TKA, Siswa Terkendala Bisa Ikut Ujian Susulan

0
Disdikbud Kalbar Pantau TKA, Siswa Terkendala Bisa Ikut Ujian Susulan

KATAKALBAR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMA/SMK berjalan lancar dengan memantau kesiapan sekolah serta mengantisipasi kendala teknis selama ujian berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMA Negeri 1 Siantan, Kamis (29/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan siswa dapat mengikuti ujian dengan baik serta seluruh fasilitas pendukung berfungsi optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Syarif Faisal memeriksa kesiapan perangkat komputer, jaringan internet, pasokan listrik dari PLN, hingga fungsi server pusat yang digunakan peserta untuk mengakses sistem ujian.

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kalbar mengawal pelaksanaan TKA yang dimulai sejak 26 Oktober 2026. Sebelumnya, ia juga telah meninjau pelaksanaan ujian di SMKN 5 Pontianak.

Terkait peserta yang mengalami kendala teknis, Syarif Faisal menyampaikan bahwa mereka akan difasilitasi untuk mengikuti ujian susulan atau gelombang berikutnya. Penjadwalan tersebut mengikuti keputusan panitia pusat.

Berdasarkan informasi yang diterimanya melalui grup panitia, ujian susulan bagi peserta terdampak dijadwalkan paling cepat pada 30 Oktober 2026. Selain itu, peserta juga berpeluang mengikuti ujian pada gelombang berikutnya, yakni 1 atau 2 November 2026.

“Semua kendala yang terjadi tetap kita laporkan. Keputusan akhirnya berada di panitia pusat,” jelasnya.

Di luar pelaksanaan ujian, Disdikbud Kalbar juga terus memetakan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk mendukung penyelenggaraan TKA di berbagai wilayah.

Syarif Faisal mengakui, pemenuhan fasilitas pendidikan membutuhkan investasi yang tidak sedikit sehingga pengadaannya harus dilakukan secara bertahap. Pemetaan diperlukan untuk mengetahui sekolah yang membutuhkan dukungan serta menentukan prioritas berdasarkan kesiapan dan kondisi wilayah.

Ketersediaan listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi sebelum pengadaan perangkat komputer dapat diupayakan. Dengan begitu, sekolah yang telah memenuhi persyaratan dapat dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan TKA.

“Kalau di wilayah terdekat belum ada sekolah yang memenuhi persyaratan, tentu perlu ada sekolah yang diprioritaskan untuk dilengkapi fasilitasnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *