Oktober 30, 2026

Norsan Serap Aspirasi Warga Serimbu untuk Pembangunan 2027

0
650f2714-0a99-4047-acea-f8e071187308

KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyerap aspirasi warga Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, melalui kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) ke-4, Sabtu (29/8/2026).

Norsan meminta seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan.

Menurutnya, GMD menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat desa. Aspirasi tersebut juga dapat menjadi bahan dalam menentukan arah pembangunan Kalimantan Barat.

“Hari ini kita hadir di Desa Serimbu bukan sekadar melaksanakan sebuah acara, tetapi untuk membawa pelayanan lebih dekat kepada masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, sekaligus mempertemukan potensi desa dengan dukungan pemerintah dan para mitra pembangunan,” kata Norsan.

Norsan menegaskan, setiap aspirasi masyarakat harus mendapat perhatian. Usulan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan diteruskan kepada pemerintah kabupaten. Sementara aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan ditindaklanjuti oleh Pemprov Kalbar.

“Setiap aspirasi yang muncul dalam dialog nanti akan kita catat dan pilah sesuai kewenangan, kemudian kita tindak lanjuti secara terukur. InsyaAllah akan menjadi bahan dalam penyusunan anggaran pembangunan tahun 2027,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang dihadapi. Menurutnya, pemerintah perlu mengetahui kebutuhan warga secara langsung agar pembangunan yang dilakukan lebih tepat sasaran.

“Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jika itu kewenangan pemerintah kabupaten akan ditindaklanjuti pemerintah kabupaten, dan jika menjadi kewenangan provinsi maka akan kami tindak lanjuti,” tegas Norsan.

GMD Jadi Ruang Dekatkan Pelayanan

Norsan mengatakan, pelaksanaan GMD bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk warga di wilayah pedalaman.

“Motto Gema Membangun Desa adalah bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di desa yang kita kunjungi,” ujarnya.

Selain menyerap aspirasi, GMD juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat potensi yang dimiliki Desa Serimbu. Norsan menilai sejumlah potensi desa dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Potensi tersebut antara lain UMKM, produk pangan lokal, madu hutan, kopi, pariwisata, dan kekayaan budaya.

Menurut Norsan, pengembangan potensi desa perlu dilakukan secara terarah. Pemerintah juga membutuhkan data yang akurat untuk menentukan program yang sesuai dengan kondisi setiap desa.

Norsan Dorong Pembangunan Berbasis Data

Norsan menekankan pentingnya pembangunan berbasis data melalui Sistem Analisis Data Kehendak Desa (Sandi Desa) yang baru diluncurkan.

Sistem tersebut diharapkan membantu pemerintah memetakan kondisi, kebutuhan, dan potensi desa. Dengan begitu, perencanaan pembangunan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Data bukan sekadar angka, tetapi menjadi dasar bagi kita untuk menentukan apa yang harus kita lakukan dan kita perbuat untuk pembangunan di desa tersebut,” jelasnya.

Melalui GMD, Pemprov Kalbar ingin memastikan pelayanan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Aspirasi yang diserap juga diharapkan menjadi bagian dari penyusunan prioritas pembangunan tahun 2027.

Selain dialog pembangunan, GMD ke-4 di Desa Serimbu diisi dengan berbagai pelayanan publik dan kegiatan masyarakat. Di antaranya perlombaan olahraga, permainan tradisional, serta hiburan rakyat.

Norsan mengajak masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Menurutnya, GMD juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *