Gubernur Siapkan Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Serimbu
KATAKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memastikan aspirasi masyarakat Desa Serimbu dan wilayah sekitarnya tidak berhenti pada forum dialog.
Sejumlah kebutuhan infrastruktur, mulai dari jalan, jembatan, air bersih hingga akses sekolah, akan ditindaklanjuti melalui skema pembangunan sesuai kewenangan masing-masing.
Hal itu disampaikan Norsan saat berdialog langsung dengan masyarakat dalam kegiatan Gema Membangun Desa ke-IV di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.
Menariknya, pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan program jalan provinsi untuk menjawab kebutuhan akses masyarakat. Norsan membuka opsi agar usulan infrastruktur yang tidak dapat ditangani melalui APBD provinsi dapat diperjuangkan melalui program pemerintah pusat.
“Kita berupaya semaksimal mungkin. Kalau tidak bisa masuk dalam program jalan provinsi, mungkin kita tempuh melalui Inpres Jalan Daerah. Biasanya kalau ingin lebih cepat, bisa juga diusulkan melalui anggota DPR RI,” katanya.
Menurut Norsan, jalur tersebut dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ia juga menyebut Ketua Komisi V DPR RI Lazarus sebagai salah satu pihak yang dapat membantu memperjuangkan usulan pembangunan Kalbar ke pemerintah pusat.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, juga siap memberikan rekomendasi untuk memperkuat usulan yang disampaikan masyarakat.
“Nanti kami bantu. Kita buat rekomendasi dari gubernur, kemudian kita sampaikan kepada Komisi V DPR RI. Mudah-mudahan dengan rekomendasi dari Ibu Bupati juga, usulannya bisa lebih cepat diprioritaskan,” pungkasnya.
Jalan Serimbu-Bengkayang Dibangun Bertahap
Salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat adalah pembangunan jalan Serimbu-Bengkayang. Menjawab aspirasi tersebut, Norsan menjelaskan pembangunan saat ini dilakukan dari arah Bengkayang menuju Serimbu.
“Kalau jalan yang kita bangun menuju Serimbu dari Kabupaten Landak, kita bangun dari Bengkayang, Suti Semarang, menuju ke Serimbu. Titik nolnya dari Bengkayang menuju Serimbu, bukan dari Serimbu ke Bengkayang,” kata Ria Norsan.
Ia menyebut pembangunan ruas tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp12 miliar. Karena pengerjaan dilakukan secara bertahap, masyarakat diminta menunggu hingga pembangunan tersambung sesuai rencana.
“Kita sudah bangun dari Bengkayang, Suti Semarang, nanti akan menuju ke Serimbu. Tinggal Bapak menunggu sampai selesai,” ujarnya.
Tak hanya ruas Serimbu-Bengkayang, pemerintah provinsi juga akan melihat kemungkinan memperpanjang akses jalan dari Dusun Sahamin menuju wilayah Engkangin.
“Nanti kita coba cek apakah bisa dilanjutkan sampai ke Engkangin. Kalau tidak, kita akan upayakan melalui program jalan lingkungan,” tuturnya.
Air Bersih Ditargetkan Ditindaklanjuti 2027
Persoalan pelayanan dasar juga menjadi perhatian warga. Salah satunya terkait ketersediaan air bersih.
Norsan mengatakan Pemprov Kalbar memiliki program penyediaan air bersih dengan memanfaatkan sumber air dari kawasan pegunungan. Sistem gravitasi menjadi salah satu opsi yang dapat diterapkan untuk mengalirkan air ke permukiman warga.
“Untuk air bersih, ada program kita. Kalau di sini biasanya menggunakan sistem gravitasi, sumber air dari pegunungan kemudian dialirkan menggunakan pipa ke rumah-rumah warga,” jelasnya.
Namun, sebelum program tersebut direalisasikan, pemerintah akan melakukan pengecekan terhadap potensi sumber air di wilayah Serimbu.
“Kita nanti akan cek di lapangan di mana ada sumber air di gunung di sini. Kemudian akan kita rencanakan dan laksanakan pembangunannya. Mudah-mudahan pada 2027 kita bisa cek dan tindak lanjuti,” katanya.
Jembatan Jambu Tembawang Diupayakan Masuk Program 2027
Aspirasi lain yang turut dibawa masyarakat adalah pembangunan jembatan gantung di Jambu Tembawang. Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan dan sempat ditinjau oleh Pj Gubernur Kalbar.
Norsan mengatakan pembangunan jembatan tersebut akan diupayakan masuk dalam program 2027. Sebelum itu, pemerintah perlu menyiapkan perencanaan dan desain teknis.
“Untuk jembatan gantung Jambu Tembawang yang kemarin rusak, kita upayakan mudah-mudahan bisa dimasukkan pada 2027. Kita desain dulu gambarnya, kemudian bentangannya dan lebarnya. Kalau desainnya sudah siap dan dananya tersedia, akan kita sampaikan kepada Ibu Bupati,” ungkapnya.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bagian dari dialog pemerintah bersama masyarakat melalui Gema Membangun Desa ke-IV. Norsan menegaskan pemerintah akan melihat setiap usulan berdasarkan kewenangan dan kemampuan anggaran, sekaligus membuka koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti.
