Oktober 30, 2026

Cegah Karhutla, Gubernur Kaji Bantuan Alat Berat untuk Petani Kalbar

0
Screenshot

KATAKALBAR — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyiapkan solusi baru untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan mengkaji bantuan atau skema peminjaman alat berat bagi petani yang kesulitan membuka lahan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya Pemprov Kalbar untuk mencegah masyarakat menggunakan metode pembakaran saat membuka atau mengelola lahan.

Norsan menyampaikan rencana tersebut saat meninjau lokasi karhutla di Desa Limbung, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Norsan, persoalan pengelolaan lahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan karhutla. Sebab, masih terdapat lahan yang dipenuhi tunggul dan pohon berukuran besar sehingga sulit dibersihkan secara manual.

Penggunaan parang dan gergaji membutuhkan tenaga serta waktu yang cukup besar. Di sisi lain, biaya penyewaan alat berat masih dinilai mahal bagi sebagian masyarakat.

Karena itu, Pemprov Kalbar akan melihat kemungkinan menyediakan akses alat berat bagi masyarakat. Bantuan tersebut dapat diberikan melalui mekanisme yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.

“Kalau lahannya sudah menjadi pertanian atau perkebunan, mereka akan menjaganya. Tapi kalau tidak ada yang mengelola, tetap ada kemungkinan dibakar karena dianggap lebih cepat dan lebih murah,” kata Norsan.

Solusi Cegah Pembakaran Lahan

Norsan menilai bantuan alat berat dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla dalam jangka panjang.

Dengan lahan yang lebih mudah dibersihkan dan diolah, masyarakat diharapkan tidak memilih pembakaran sebagai cara cepat untuk membuka lahan.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui larangan. Pemerintah juga perlu membantu menyelesaikan kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Norsan mengatakan pendekatan tersebut tetap harus berjalan bersama edukasi dan penegakan aturan. Masyarakat perlu memahami risiko pembakaran lahan, sementara pengelolaan lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan kebakaran.

Pemprov Kalbar berharap penyediaan akses alat berat dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu petani sekaligus menekan potensi karhutla yang muncul akibat pembukaan lahan dengan cara membakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *