Festival Cap Go Meh Dorong Ekonomi Kreatif di Pontianak
KATAKALBAR – Festival Cap Go Meh 2576 Kongzili yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tidak hanya menampilkan keragaman budaya, tetapi juga memberikan dorongan besar terhadap sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Penjabat Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan Pekan Promosi dan Kuliner dalam rangkaian Cap Go Meh telah menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. “Festival ini adalah momentum penting. Bukan hanya pelestarian budaya, tapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk naik kelas,” ujarnya saat pembukaan acara di Pontianak, Jumat (7/2).
Tercatat lebih dari 60 stan berjejer di sepanjang Jalan Diponegoro. Berbagai produk unggulan dipamerkan, mulai dari kuliner khas seperti choi pan, bubur cha cha, hingga minuman tradisional, sampai kerajinan tangan khas Pontianak dan produk kreatif modern. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi sejak awal acara, membuat kawasan tersebut dipadati warga lokal maupun wisatawan.
Edi menyebut, selain menumbuhkan perputaran ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi para pelaku usaha kecil. “Mereka bisa belajar meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, hingga memperluas jejaring bisnis dengan konsumen maupun pelaku usaha lain,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta kolaborasi dengan berbagai pihak semakin memperkuat posisi Cap Go Meh sebagai agenda nasional. Hal ini diyakini mampu meningkatkan daya saing UMKM di kancah internasional.
“Festival ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif di Pontianak semakin tumbuh. Masyarakat merasakan langsung dampaknya, mulai dari pedagang kecil, pelaku kuliner, pengrajin, hingga sektor jasa seperti transportasi dan perhotelan,” ujar Edi.
Pemerintah Kota Pontianak berharap gelaran Cap Go Meh tahun ini dapat menjadi titik awal bagi pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, serta semakin memperkuat Pontianak sebagai kota tujuan wisata dan perdagangan di Kalimantan Barat.
