Oktober 30, 2026

Harmoni Sosial Lewat Atraksi Budaya pada Festival Cap Go Meh

0
IMG_7968

KATAKALBAR – Kota Pontianak kembali menyemarakkan Festival Cap Go Meh 2025 dengan rangkaian tradisi dan atraksi budaya yang meriah.

Perayaan yang digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat, tetapi juga memperlihatkan kuatnya harmoni antar-etnis dan agama di kota seribu parit tersebut.

Ketua Panitia Festival, Hendry Pangestu Lim, menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung mulai 6 hingga 12 Februari 2025 dengan berbagai acara unggulan.

“Festival tahun ini dibuka dengan Pekan Promosi Kuliner di Jalan Diponegoro, yang menghadirkan lebih dari 60 stan kuliner khas dan produk kreatif masyarakat,” ujarnya.

Puncak acara akan digelar pada 12 Februari malam melalui Karnaval Naga Bersinar, sebuah tradisi khas yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan.

Karnaval dimulai dari perempatan Jalan Patimura – Gajah Mada, lalu berakhir di Jalan Budi Karya, di mana panggung utama untuk tamu VIP sudah dipersiapkan di depan Swalayan Ligo Mitra.

Puluhan naga raksasa dengan warna-warni lampion akan berarak, diiringi tabuhan genderang yang memeriahkan suasana.

Sebelum itu, masyarakat juga dapat menyaksikan ritual sakral “Naga Buka Mata” pada 10 Februari di Klenteng Kwan Tie Bio. Ritual yang digelar sejak dini hari ini menandai dimulainya rangkaian atraksi naga, dengan 10 naga pertama yang bangun, disusul 29 naga lainnya memberi penghormatan.

Penjabat Wali Kota Pontianak, Edi Suryanto, menekankan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan simbol keberagaman dan kerukunan sosial.

“Festival ini menunjukkan bagaimana masyarakat Pontianak bisa hidup berdampingan dengan damai. Ini adalah cermin keharmonisan yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ucapnya.

Festival Cap Go Meh di Pontianak memang dikenal sebagai salah satu perayaan terbesar di Indonesia. Setiap tahun ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, datang untuk menyaksikan atraksi naga dan barongsai yang berkilau.

Kehadiran wisatawan tersebut tidak hanya memperkenalkan budaya Pontianak ke dunia, tetapi juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata lokal.

Hendry berharap seluruh masyarakat ikut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Kami ingin pengunjung mendapatkan pengalaman terbaik saat berada di Pontianak. Festival ini adalah kebanggaan kita bersama, sekaligus sarana memperkenalkan budaya dan identitas kota ini ke tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *