Gubernur Tinjau Pembelajaran Vokasi di SMKN 1 Ketapang
KATAKALBAR – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan peninjauan ke SMK Negeri 1 Ketapang pada Senin (17/11/2025). Kunjungan tersebut difokuskan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di sejumlah jurusan serta mengevaluasi kesiapan fasilitas pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang kompeten.
Peninjauan dimulai dari Jurusan Farmasi. Di ruang praktik, Norsan mengamati kegiatan siswa dan menilai bahwa pembelajaran yang diberikan telah selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Alhamdulillah, kita melihat jurusan farmasi ini sangat potensial. Anak-anak yang selesai pendidikan bisa bekerja di apotek, rumah sakit, dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya,” ujar Ria Norsan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan jurusan tersebut berperan penting dalam memenuhi kebutuhan tenaga teknis kefarmasian di Kalbar.
Kunjungan berlanjut ke Jurusan Kuliner dan Tata Boga. Gubernur menyaksikan para siswa menyiapkan hidangan sebagai bagian dari uji kompetensi. Ia menilai kualitas keterampilan mereka cukup menjanjikan dan telah memenuhi standar industri.
“Anak-anak di jurusan kuliner ini menyiapkan berbagai hidangan, membuat menu, dan melatih kemampuan memasak layaknya chef profesional. Banyak yang setelah lulus langsung diambil oleh hotel-hotel,” katanya.
Jurusan Perhotelan turut menjadi perhatian. Menurut Norsan, jurusan tersebut telah menjadi salah satu penyumbang tenaga kerja terbesar untuk sektor perhotelan di beberapa kota di Kalbar.
“Begitu tamat dari SMK ini, mereka langsung dibooking hotel-hotel untuk bekerja,” ujarnya.
Ia menyebut hubungan erat antara sekolah dan dunia industri sebagai faktor utama keberhasilan penyerapan lulusan.
Dalam kesempatan itu, Norsan menegaskan kembali komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong penguatan pendidikan vokasi. Ia menilai perluasan sekolah kejuruan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja daerah.
“Kita ingin ke depan memperbanyak sekolah vokasi yang menyiapkan tenaga-tenaga siap pakai. Setelah itu kalau mereka mau kuliah, silakan,” kata Ria Norsan.
Gubernur menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai nilai tambah bagi lulusan agar diakui dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.
“Dengan sertifikat tersebut, anak-anak kita akan lebih diperhitungkan. Kalau pun bekerja di luar negeri, mereka tidak hanya menjadi buruh kasar, tetapi menjadi tenaga terampil yang diakui,” ujarnya.
Norsan juga menyoroti sejumlah tantangan yang harus dihadapi pendidikan vokasi, seperti peningkatan fasilitas praktik, kompetensi guru, serta keterlibatan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalbar akan terus mendorong penguatan kurikulum dan program magang.
“Kita ingin lulusan SMK di Kalbar memiliki daya saing tinggi. Tidak hanya bersaing di daerah, tetapi juga nasional dan internasional,” tuturnya.
Kunjungan ditutup dengan dialog antara Gubernur, guru, dan siswa untuk membahas kebutuhan sekolah serta rencana pengembangan pendidikan vokasi di Kalimantan Barat.
