Oktober 30, 2026

Paguyuban Pagar Jati Resmi Dilantik, Kalbar dan Jatim Dorong Sinergi Lintas Daerah

0
WhatsApp Image 2025-08-15 at 15.59.54

KATAKALBAR — Hubungan antara masyarakat Kalimantan Barat dan Jawa Timur semakin diperkuat lewat pengukuhan kepengurusan Paguyuban Arek Jawa Timur (Pagar Jati) Kalbar periode 2025–2030. Acara berlangsung meriah di Istana Rakyat (Pendopo Gubernur Kalbar) pada Jumat malam, dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Machrus Effendy resmi menjabat sebagai Ketua Pagar Jati Kalbar, menggantikan kepengurusan sebelumnya. Pelantikan tersebut menjadi momen strategis yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang mempererat kolaborasi budaya dan ekonomi antara dua provinsi besar di Indonesia.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama istrinya Arumi Bachsin, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Sekretaris Daerah Kalbar Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta para pejabat dan tokoh lintas etnis.

Perkuat Peran Sosial dan Ekonomi

Dalam sambutannya, Gubernur Norsan menegaskan pentingnya keberadaan organisasi paguyuban seperti Pagar Jati sebagai wadah partisipasi masyarakat perantau dalam pembangunan daerah.

“Paguyuban ini harus menjadi jembatan antara warga Jawa Timur di Kalbar dan pemerintah daerah. Kami ingin kontribusi nyata, bukan hanya dalam menjaga kebudayaan, tapi juga dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ungkapnya.

Norsan juga menyampaikan potensi besar kerja sama antara Kalbar dan Jatim, khususnya di bidang perdagangan. Ia mencontohkan integrasi pasokan beras dari Jatim ke Kalbar dan pengolahan CPO Kalbar di Jawa Timur sebagai bentuk simbiosis ekonomi yang saling menguntungkan.

Emil Dardak: Era Baru Sinergi Daerah

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak melihat momen ini sebagai pintu masuk menuju kolaborasi yang lebih konkret antarprovinsi. Menurutnya, Jatim dan Kalbar memiliki keunggulan yang saling melengkapi — dari SDM hingga kekayaan sumber daya alam.

“Kalbar punya posisi strategis di jalur pelayaran internasional, punya tambang bauksit, perkebunan besar. Jawa Timur memiliki industri pengolahan dan tenaga kerja produktif. Keduanya bisa saling menopang,” ujarnya.

Emil menyoroti pentingnya hilirisasi produk sumber daya alam di Kalbar agar nilai tambah tetap berada di daerah asal. Ia mengajak semua pihak meninggalkan pendekatan Jawa-sentris dan membangun ekonomi dari wilayah luar Jawa.

“Kita perlu memproses bauksit menjadi alumina, kelapa sawit menjadi minyak goreng — langsung di Kalbar. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi keadilan pembangunan,” tegas Emil.

Paguyuban Jadi Simbol Persatuan

Emil juga memberikan apresiasi terhadap semangat kekeluargaan yang ditunjukkan oleh Pagar Jati, yang disebutnya sebagai simbol kuat persaudaraan antardaerah.

“Persatuan ini tidak boleh berhenti di seremoni. Harus kita jaga dalam bentuk kerja nyata, gotong royong, dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Pengukuhan pengurus Pagar Jati kali ini bukan hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi juga penegasan komitmen lintas daerah untuk membangun bersama, tanpa sekat asal-usul, demi Indonesia yang lebih inklusif dan merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *