Pemprov Kalbar Bantu Fasilitas Pendidikan di Bengkayang
KATAKALBAR – Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat turut dihadirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui kegiatan Gema Membangun Desa (GMD) di Kabupaten Bengkayang.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalbar, sejumlah bantuan disiapkan, mulai dari sepatu sekolah, paket data internet gratis, tumbler hingga fasilitas meja dan kursi untuk ruang kelas.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari layanan pemerintah yang dihadirkan langsung di Lapangan Bola Gamora, Desa Karimunting, Jumat (30/10/2026). Kegiatan GMD kali ini menghadirkan sekitar 30 jenis pelayanan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan, mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak kendaraan, pasar murah hingga pelayanan pendidikan dan sosial.
Saat meninjau stan Disdikbud Kalbar, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, berdialog dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengenai bantuan dan layanan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat.
Syarif Faisal menjelaskan, Disdikbud Kalbar sebelumnya telah mengunjungi SMA Negeri 1 Sungai Raya Kepulauan untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan GMD di Bengkayang, pihaknya juga membawa sejumlah bantuan untuk mendukung siswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami hari ini menghadirkan layanan yang bisa membantu anak-anak kita selama PJJ akibat karhutla. Ada ratusan tumbler, sepatu sekolah untuk siswa, serta dukungan dari Telkomsel berupa 100 paket data,” ujar Syarif Faisal menjawab pertanyaan Gubernur Ria Norsan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sekaligus mendukung kelancaran pembelajaran dari rumah. Ketersediaan paket data internet juga menjadi salah satu dukungan penting agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berlangsung secara tatap muka.
Selain bantuan untuk siswa, Disdikbud Kalbar turut menyiapkan fasilitas pendidikan berupa meja dan kursi atau mebeler untuk satu ruang kelas. Bantuan yang didukung Gubernur Ria Norsan tersebut nantinya akan dikirimkan ke sekolah yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Ria Norsan meminta Disdikbud Kalbar melakukan perhatian lebih terhadap kondisi bangunan dan fasilitas sekolah di Kabupaten Bengkayang. Sekolah yang membutuhkan renovasi maupun belum memiliki sarana pendukung diminta untuk didata dan diusulkan sesuai kewenangan serta sumber anggaran yang tersedia.
Gubernur mengarahkan agar kebutuhan perbaikan sekolah dapat diperjuangkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama dengan memanfaatkan program revitalisasi sekolah.
Sementara itu, kebutuhan pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dapat diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat.
Ria Norsan juga mengingatkan bahwa pembangunan gedung sekolah harus disertai penyediaan fasilitas penunjang yang memadai dan berkualitas. Dengan kelengkapan sarana tersebut, proses belajar mengajar diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Melalui Gema Membangun Desa, Pemprov Kalbar berupaya mendekatkan berbagai pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat desa. Kehadiran layanan pendidikan dalam kegiatan ini juga menjadi upaya untuk melihat langsung kebutuhan sekolah dan siswa sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Bengkayang.
