Pemprov Kalbar Genjot Pendidikan dan Gizi Siswa untuk Dongkrak IPM
KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat berbagai program di sektor pendidikan dan kesehatan sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Peningkatan rata-rata lama sekolah dan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik menjadi fokus utama yang saat ini tengah didorong pemerintah daerah.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam mendongkrak IPM Kalbar yang saat ini berada pada angka 72,09. Pemerintah pun menargetkan IPM Kalbar dapat menembus angka 75 dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas akses pendidikan melalui program kesetaraan Paket C bagi masyarakat usia produktif yang belum menamatkan pendidikan tingkat SMA.
“Langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Kita melibatkan SMKN 1 Ketapang dan menggandeng sektor swasta, terutama perusahaan yang memiliki banyak tenaga kerja di wilayah tersebut,” ujar Norsan.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki jumlah pekerja cukup besar. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah yang menjadi salah satu indikator penilaian IPM.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, mengungkapkan pihaknya saat ini juga fokus melakukan pendataan serta pembenahan sejumlah fasilitas pendidikan yang memerlukan perhatian.
Perbaikan sarana dan prasarana sekolah dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Barat.
Tak hanya sektor pendidikan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Kami memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar, termasuk kelengkapan fasilitas dapurnya demi menjamin keamanan pangan bagi para siswa,” pungkasnya.
Melalui kombinasi program pendidikan kesetaraan, peningkatan kualitas infrastruktur sekolah, dan pemenuhan gizi peserta didik, Pemprov Kalbar optimistis kualitas sumber daya manusia akan terus meningkat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong kenaikan IPM Kalimantan Barat secara berkelanjutan.
