Disdikbud Kalbar Pastikan Fasilitas MBG di Sekolah Penuhi Standar Kesehatan
KATAKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Hal itu ditegaskan saat Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Sy Faisal Indahmawan Alkadri melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Ketapang, Minggu (4/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi infrastruktur sekolah sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan program MBG bagi para siswa.
Dalam peninjauan itu, Gubernur Ria Norsan mengapresiasi kualitas makanan yang disajikan kepada siswa karena dinilai telah memenuhi standar gizi. Meski demikian, ia memberi perhatian serius terhadap aspek keamanan pangan, khususnya terkait standar dapur sekolah.
“Apabila dapur tidak memenuhi standar, misalnya tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan akses air bersih, maka harus ditutup. Kami tidak ingin ada lagi kasus keracunan makanan pada siswa,” tegas Ria Norsan saat memberikan keterangan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Sy Faisal Indahmawan Alkadri memastikan Disdikbud Kalbar akan memperketat pengawasan fasilitas pendukung MBG di sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemprov Kalbar.
Langkah itu, menurutnya, penting dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan aman dan mampu mendukung kesehatan peserta didik secara optimal.
Selain memantau pelaksanaan MBG, rombongan juga meninjau kondisi fisik bangunan SMAN 1 Ketapang yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Pemerintah Provinsi Kalbar berencana melakukan renovasi besar terhadap sekolah tersebut dengan konsep penataan ulang bangunan berbentuk huruf O agar lebih tertata dan memiliki halaman yang luas.
“Kondisi fisik sekolah ini perlu segera direnovasi. Bangunan lama yang menyempal di tengah akan dirobohkan untuk dijadikan halaman. Renovasi besar ini direncanakan masuk dalam anggaran 2027,” tambah Norsan.
Pemprov Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya melalui penguatan kurikulum, tetapi juga lewat pemenuhan gizi siswa dan penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak demi mencetak generasi unggul di Kalimantan Barat.
