Oktober 30, 2026

12 Sapi Kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Dipastikan Sehat dan Layak Sembelih

0
WhatsApp Image 2026-05-27 at 14.49.56

KATAKALBAR – Sebanyak 12 ekor sapi kurban di Masjid Raya Mujahidin Pontianak dipastikan dalam kondisi sehat dan layak disembelih untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan tim Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Kota Pontianak pada Selasa (26/5/2026).

Pemeriksaan ini bertujuan memastikan hewan kurban aman dikonsumsi dan bebas dari penyakit menular.

Dokter hewan DPPP Kota Pontianak, Sofia Febriyanita mengatakan, seluruh sapi yang diperiksa telah memenuhi syarat usia dan kesehatan.

“Semua memenuhi syarat. Dari segi umur semuanya di atas dua tahun. Secara fisik juga sehat, dari penampilan luar tidak ada masalah,” ujarnya usai pemeriksaan.

Sofia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Kalau PMK biasanya hewan berliur, ada luka di mulut seperti sariawan, kemudian di kaki ada luka kemerahan. Biasanya juga pincang dan tidak mampu menopang badan,” jelas Sofia.

Selain sapi, tim juga memeriksa kambing dan domba yang akan dijadikan hewan kurban. Menurut Sofia, ukuran tubuh hewan tidak selalu menunjukkan usia yang cukup untuk dikurbankan.

“Kadang orang melihat besar saja, terutama kambing, ternyata setelah dicek umurnya belum masuk. Kalau domba, usia enam bulan sudah bisa dikurbankan, sedangkan kambing dalam syariat Islam harus satu tahun,” katanya.

Kepala DPPP Kota Pontianak, Irwan Prayitno mengatakan pengawasan hewan kurban diperketat menjelang Iduladha agar seluruh hewan yang dipotong benar-benar sehat.

“Secara kondisi fisik mencukupi umur dan dari sisi kesehatan tidak ada satupun hewan kurban yang terdeteksi mengalami penyakit,” katanya.

Ia menyebut jumlah hewan kurban di Kota Pontianak tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 lalu, sapi yang dipotong sekitar 1.400 ekor dan kambing sekitar 1.500 ekor. Tahun ini kami perkirakan meningkat menjadi sekitar 1.400-an sapi dan 1.600-an kambing,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, sapi bantuan presiden untuk Kota Pontianak menjadi salah satu hewan kurban dengan bobot terbesar tahun ini.

“Perkiraan saat penimbangan awal beratnya sekitar 930 kilogram. Ada kemungkinan saat hari H bisa mencapai kurang lebih satu ton,” jelasnya.

Menurut Irwan, sebagian besar hewan kurban di Pontianak berasal dari sapi Madura dan sapi Bali karena harganya dinilai lebih terjangkau dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Mayoritas sapi kurban di Pontianak itu sapi Madura dan sapi Bali karena dari sisi harga memenuhi kriteria untuk hewan kurban masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *